Hanya Bermodalkan Rp 7 Juta, Pelajar SMK Bikin Mobil F1. Ini Penampakkan Mobil Balapnya

Hanya bermodalkan Rp 7 juta, siswa SMK Muhammadiyah Bungoro, Kabupaten Kepulauan Pangkep ini bisa membuat mobil gokar ala Formula 1 (F1)

Hanya Bermodalkan Rp 7 Juta, Pelajar SMK Bikin Mobil F1. Ini Penampakkan Mobil Balapnya
Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Siswa SMK Muhammadiyah Bungoro, Kabupaten Kepulauan Pangkep pamerkan mobil gokar ala Formula 1 (F1) yang diciptakannya di festival pelajar yang diselenggarakan di Anjungan Pantai Losari, Makassar. 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Hanya bermodalkan Rp 7 juta, siswa SMK Muhammadiyah Bungoro, Kabupaten Kepulauan Pangkep ini bisa membuat mobil gokar ala Formula 1 (F1). Meski mesin mobil dari mesin kompresor, namun rangka dan body terbuat dari besi.

Mobil mainan buatan siswa SMK ini pun bisa mengangkut beban hingga 80 kilogram.

Mobil gokar ala F1 ini dipamerkan dalam festival pelajar siswa SMK se Sulsel yang diselenggarakan di Anjungan Pantai Losari, Makassar selama tiga hari sejak, Jumat (14/10/2016) hingga Minggu (16/10/2016).

Menurut ketua jurusan otomotif SMK Muhammadiyah Bungoro, Sukri saat ditemui di stand pameran pendidikan di Anjungan Pantai Losari, Minggu (16/10/2016), mobil gokar ala F1 ini dibuat siswanya hanya dalam waktu 15 hari.

"Bahan rangka dan body semuanya memakan biaya hanya Rp 6 juta dan mesin kompresor Rp 1 juta. Jadi total biayanya Rp 7 juta saja bisa jadi mobil. Sistem mobil ini pun automatis, tanpa menggunakan perseneleng dan hanya terdapat pedal gas serta rem cakram belakang," jelas Sukri.

Dia mengatakan, mobil tersebut akan terus dikembangkan agar bisa lebih sempurna.

"Bahan-bahanya memang masih sangat sederhana. Bannya saja kita pakai ban motor vespa dan dudukannya dari kursi plastik anak-anak. Kita akan kembangkan agar mobil ini bisa menggunakan mesin yang lebih baik agar kecepatannya bisa lebih maksimal dan ditambah suspensi agar tidak terlalu ada getaran saat melaju," ujarnya.

Sukri menambahkan, selain mobil gokar ala F1 tersebut, siswa SMK Muhammadiyah Bungoro juga telah membuat sistem saklar lampu dengan pesan singkat (SMS). Aplikasi ini pun diciptakan oleh siswa jurusan elektronik.

"Kreasi lainnya siswa kami yakni menyalakan lampu dengan SMS. Jadi ada alat yang diciptakan dan dirakit untuk dipasang di gedung-gedung. Alat itu pun dipasang setelah MCB meteran listrik dari PLN. Aplikasi ini sudah ada, cuman masih kurang promosi," katanya.

Sukri berharap, kreasi siswa SMK se Sulsel ini bisa mendapat bantuan dari segala pihak, terutama pemerintah. Sehingga kreasi siswa SMK di Sulsel ini pun bisa dipasarkan dan digunakan oleh masyarakat. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved