Ketimbang Membahayakan Nyawa Penumpang, Syahbandar Tanjungpinang Memilih Mundur

Kepala KSOP Tanjungpinang mengundurkan diri. Benarkah karena desakan massa beberapa waktu lalu? Ini jawabannya

Ketimbang Membahayakan Nyawa Penumpang, Syahbandar Tanjungpinang Memilih Mundur
Istimewa
Ilustrasi ferry tujuan Anambas 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Resmi Tedi Mayandi kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas perhubungan Laut (KSOP) kelas II Tanjung Pinang belum lama ini mengundurkan diri‎. Pengunduran diri itu dipicu dari desakan pemberian izin operasional tiga kapal Feri cepat Tanjungpinang-Anambas.

Tedy lebih memilih mundur dari pada memberikan izin operasional kapal Feri Cepat yakni kapal KM VOC Batavia, MV Seven Star dan KM Trans Nusantara‎ untuk kembali bisa berlayar melayari lautan Tanjungpinang-Anambas.

"Saya melepas jabatan, tapi tidak melepas prinsip saya," kata Tedy dikonfirmasi wartawan, Minggu (16/10/2016).

Ia mempertimbangkan aspek keselamatan dan sefty bilamana kapal yang telah dinyatakan tidak layak pakai atau tidak memenuhi standar pelayaran dipaksa untuk tetap berlayar. Kecelakaan laut dapat berakibat fatal dan bisa terjadi jika kapal dalam kondisi tidak layak beroperasi namun tetap dijalankan.

"Saya tidak mau menyengsarakan orang atas kejadian kecelakaan laut akibat kapal tersebut tidak laik berlayar mengarungi ombak laut Anambas," ujarnya lagi. (*)

Baca Berita Terkait di Harian Tribun Batam Edisi Senin (17/10/2016)

Penulis: Wahib Wafa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved