Pelabuhan Malarco Tinggal Mimpi? Ini Kata Gubernur Nurdin Mendengar Sindiran Menteri Perhubungan

Menteri Perhubungan menyayangkan mangkraknya Pelabuhan Malarco. Ini kata Gubernur Nurdin mendengar sentilan Menteri itu

Pelabuhan Malarco Tinggal Mimpi? Ini Kata Gubernur Nurdin Mendengar Sindiran Menteri Perhubungan
tribunbatam/elhadif putra
Gubernur Kepri Nurdin terduduk di dekat Pelabuhan Malarco, Karimun 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi amat menyayangakan mangkraknya pembangunan Pelabuhan Malarco.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat mengunjungi pelabuhan yang berada di yang terletak di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun itu pada Sabtu (15/10/2016) sore.

Orang nomor satu di Provinsi Kepri itu mengatakan, Menteri Perhubungan memberikan perhatian khusus untuk penyelesaian Pelabuhan Malarko dan perluasan Bandara Raja Haji Abdullah di Sei Bati.

"Saya kemarin berjumpa dengan menteri dan beliau sangat menyayangkan sudah lima tahun pembangunan tidak kunjung selesai. Dan menteri ini saya lihat sangat proaktif mengenai masalah ini," kata Nurdin.

Untuk penyelesaian pembangunan pelabuhan yang terletak di Selat Malaka tersebut, Nurdin memperkirakan dana yang dibutuhkan mencapai Rp 200 miliar. Rencananya Pelabuhan Malarko akan menjadi pelabuhan multifungsi baik pelabuhan penumpang ataupun pelabuhan bongkar muat barang. Ia memaparkan Pelabuhan Malarko nantinya akan dijadikan pelabuhan kapal Pelni, bongkar muat peti kemas serta bongkar muat barang yang saat ini berada di Pelabuhan Taman Bunga Tanjungbalai.

"Saat ini penumpang kapal Pelni masih harus menggunakan pompong untuk ke tengah laut. Kapal barang sekarang juga bongkar di tengah kota, ini juga jadi keluhan masyarakat. Kapasitas kapal di Malarko bisa mencapai 5.000 DWT ke atas. Melebihi Pelabuhan Parit Rempak yang hanya 2000 DWT, dan itupun juga masih memaksa," paparnya.

Disebutkannya, perekonomian Kepri yang merupakan wilayah maritim tak akan dapat dilepaskan dari laut. Dengan Kepri yang berada di Selat Malaka yang merupakan poros maritim dunia, maka kesempatan Kepri untuk menumbuhkan perekonomian melalui bidang kelautan amatlah besar.

"Makanya kita harus menyediakan infrastruktur. Setiap sudut pulau harusnya ada pelabuhan yang respentatif," ungkapnya.

Sementara itu bagi Kabupaten Karimun sendiri, pelabuhan Malarko akan mendukung rencna pemerintah daerah yang ingin mengembangkan perekonomian dari sektor investasi dan pariwisata. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved