Polda Geledah Disdukcapil Batam

BREAKINGNEWS: Polda Tetapkan Dua Pegawai Disdukcapil Tersangka Pungli

Penyidik Polda Kepri menetapkan dua pegawai Disdukcapil sebagai tersangka dugaan pungli. Ini detailnya

BREAKINGNEWS: Polda Tetapkan Dua Pegawai Disdukcapil Tersangka Pungli
tribunbatam/argianto
Penyidik membawa dua tersangka dugaan pungli di Disdukcapil Batam saat ekspos di Mapolda Kepri, Selasa (18/10/2016). Keduanya yakni pegawai Disdukcapil berinisial JA dan IR 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dalam gelar perkara Selasa (18/10/2016) Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian didampingi Direktorat Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Pol Eko Puji Nugroho menyatakan JA dan IR sebagai tersangka kasus Pungutan Liar (Pungli) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Batam.

"Setelah melakukan pemeriksaan dan dari barang bukti yang ada kami menetapkan dua tersangka atas nama JA dan IR, sedangkan NA akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena tidak tertangkap tangan, kami menggunakan praduga tak bersalah," kata Kapolda Brigjen Pol Sam Budigusdian, dalam ekpos, Selasa (18/10/2016) di Mapolda Kepri, Nongsa.

Setelah diperiksa di Mapolda Kepri JA dengan jabatan sebagai Kepala Bidang Catatan Sipil (Kabidcapil) dan IR sebagai staf bidang di disduk terbukti melakukan pungli pengurusan dokumen kependudukan.

Dalam pengurusan tersebut seperti penerbitan surat-surat terkait kependudukan seperti Akta Lahir, Akta Nikah, Surat Pindah dan KTP. Pengurusan itu tidak dilakukan secara prosedural dengan cara menerima titipan langsung dari masyarakat atau calo yang mengurus, dengan memberikan sejumlah uang yang diselipkan di dalam dokumen syarat-syarat kepengurusan, dengan variasi uang per orang antara Rp 20.000- Rp 150.000.

"Mereka tertangkap tangan, IR didapati barang bukti berupa uang Rp 700 ribu, uangnya itu sudah staples di masing-masing dokumen kepengurusan, ada akta lahir, akte nikah, surat pindah. Modusnya pungli, biar cepat selesai dengan cara memberikan imbalan dari masyarkat dengan kisaran Rp 20-Rp 150 ribu," kata Sam.

Sedangkan JA, Kabid Catatan Sipil juga tertangkap tangan dengan barang bukti berupa uang pungli yang sudah staples di berbagai berkas kependudukan. Terhadap JA disita barang bukti berupa uang Rp 2.484.000, Akta Kelahiran 43 sheet dan Surat Kematian 6 sheet. Sedangkan IR disita barang bukti berupa Rp 700.000 dan fotocopy surat-surat persyaratan pengurusan Akta Lahir( fotocopy KK). (*)

Baca Berita Terkait di Harian Tribun Batam Edisi Rabu (19/10/2016)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved