Hukuman 4 Tahun Penjara Menunggu Ade, Ngaku Polisi Peras Korbannya di SPBU

Setelah beraksi di lima tempat, Ade Putra akhirnya dibekuk anggota Polsek Lubukbaja dengan sangkaan pemerasan. Dalam aksinya dia mengaku polisi

Hukuman 4 Tahun Penjara Menunggu Ade, Ngaku Polisi Peras Korbannya di SPBU
Tribunbatam/anne maria
Ade Putra, pelaku pemerasan dengan modus mengaku polisi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - ‎Ade Putra hanya bisa tertunduk lesu. Pria tersebut akhirnya tertangkap setelah beberapa kali melakukan penipuan dan pemerasan.

Modusnya, ia selalu berpura-pura menjadi anggota polisi dan mencari mangsa pemilik kendaraan bermotor yang ‎diduga masih memiliki sangkutan di dealer.

Terakhir, ia berusaha memperdaya korban kelimanya, RS di SPBU Pelita, ‎Jumat (7/10/2016) lalu. Saat itu, ia melihat korban sedang mengisi BBM di sana. Ade pun langsung menghampiri RS, dan mengatakan bahwa motor yang dikendarainya tidak mempunyai plat motor yang ‎terdaftar di Polresta Barelang.

"Modusnya macam-macam, mulai dari motor dalam kondisi penarikan dealer, sampai plat tidak terdaftar. Tersangka pun menawarkan uang damai Rp 5 juta. Korban yang ketakutan akhirnya mengiyakan, dan langsung setuju menyerahkan uang," ujar Kapolsek Lubuk Baja, AKP I Putu Bayu Pati, saat eskpos, Selasa (18/10/2016).

Dengan mengendarai mobil yang disewa tersangka, mereka pun bersama-sama ke rumah korban di Bengkong. Sampai di sana, korban langsung menyerahkan uang Rp 1,1 juta.

"Karena kurang, mereka pergi lagi ke ATM. Tapi karena memang uangnya kurang juga di ATM, yah tidak bisa juga," ucapnya.

Setelah sadar dirinya menjadi korban penipuan, RS pun melapor ke Polsek Lubuk Baja, tanggal 13 Oktober. Mendapatkan laporan tersebut, tim opsnal Polsek Lubuk baja pun berhasil meringkus Ade Putra.

"Dia sudah melakukan hal ini di lima TKP, mulai dari Pelita, Gapura Kampung Nelayan, Avava. Sudah setahun terakhir ini. Jadi rata-rata modusnya sama, cari kelengahan korban. Bentar mengaku buser, sebentar anggota sat narkoba, BNN Kepri," ucap dia.

Sementara itu, Ade Putra mengatakan dirinya melakukan hal itu untuk mencari uang saja. Sehari-hari bekerja sebagai tukang sumur bor, ia mengaku mengalami kesulitan ekonomi.

"Cari uang buat makan. Kadang saya minta Rp 300 ribu, kadang Rp 200 ribu. Pertama saya pura-pura tanya motornya itu darimana. Terus saya bilang itu motor bermasalah, kalau mau aman yah kasih uang," ujar Ade Putra.

Selalu beraksi sendirian, warga Bengkong itu menyatakan ‎biasanya ia mencari korbannya dengan menggunakan sepeda motor saja.

"Saya sendiri. Biasanya pakai motor, itu terakhir saja yang pakai mobil. Mobil sewaan," ucap Ade.

Kini Ade dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal‎ 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara dan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (*) 

Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved