Polda Geledah Disdukcapil Batam

Pascapenggerebekan Disdukcapil Batam, Sejumlah Dokumen Belum Bisa Diberikan ke Warga. Ini Masalahnya

Pascapenggerebekan di Disdukcapil Batam, pengambilan dokumen kependudukan yang telah diurus sebelumnya, belum bisa dilakukan.

Pascapenggerebekan Disdukcapil Batam, Sejumlah Dokumen Belum Bisa Diberikan ke Warga. Ini Masalahnya
tribunnews batam/argianto
Seorang pegawai Disdukcapil Batam di Sekupang sedang melayani seorang warga yang sedang mengajukan pengurusan dokumen kependudukan, Selasa (19/10/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Hari kedua pasca penggerebekan pungutan liar (Pungli) Disdukcapil Kota Batam oleh Tim Sapu Bersih (Saber) Merah Putih Polda Kepri, suasana pelayanan tetap ramai dikunjungi warga, Rabu (19/10/2016).

Hanya saja, pengambilan sejumlah dokumen kependukan warga seperti surat pindah yang telah diurus sebelumnya belum bisa diberikan.

Alasannya, berkas tersebut sebagaian masih proses lanjutan penyelidikan oleh Polda Kepri.

Dan sebagian lagi terkunci di ruang berkas lantaran penyidik menyegel dengan 'Police Line'.

"Permohonan surat pindah tetap dilakukan. Hanya saja untuk pengambilan masih kami tunda. Kami akan informasi kepada masyarakat melalui SMS atau telepon kalau sudah siap. Kan ada nomor telepon warga pada berkas,"kata Sekretaris Disdukcapil Kota Batam Taufik, Rabu sore.

Meski begitu, atas peristiwa tertundanya pengambilan surat keterangan pindah tersebut beberapa warga kecewa.

Mereka beranggapan, pegawai yang bermasalah mengapa warga yang jadi korban.

"Iya harusnya kan tidak begitu. Kami mohon lah secepatnya agar tidak ditunda lagi," kata Mita, warga yang ditemui di lobi Disdukcapil.

Yunus, warga lainnya, yang mengurus akta lahir anaknya juga kecewa atas tertunda pengambilan.

"Seharusnya hari ini sudah siap. Tapi belum ini. Katanya sih ditunda," katanya. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved