Pelajar SMA Terpilih di Batam Buka Stand, Kampanye Peduli HIV-AIDS

Forum Remaja Peduli AIDS ikut berpartisipasi dalam kegiatan Kampanye Peduli HIV-AIDS yang berlangsung di Dataran Engku Putri Batam, Rabu (19/10/2016).

tribunbatam/dewiharyati
Aktivis Forum Peduli HIV/AIDS gelar kampanye di Engku Putri, Batam, Rabu (19/10/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Forum Remaja Peduli AIDS ikut berpartisipasi dalam kegiatan Kampanye Peduli HIV-AIDS yang berlangsung di Dataran Engku Putri Batam, Rabu (19/10/2016).

Mereka membuka stand. Tidak hanya menyebarkan brosur-brosur yang berkaitan dengan HIV/ AIDS tetapi juga melalui gambar dan media film.

"Kami miris ada pelajar yang terkena HIV," kata Ketua Forum Remaja Peduli AIDS, Yogie Yaditra kepada Tribun.

Sejak terbentuk 2015 lalu, anggota forum yang berasal dari siswa-siswi pilihan di SMA sederajat di Kota Batam ini, aktif melakukan kegiatan yang bersifat edukasi. Seperti sosialisasi ke beberapa tempat.

Kegiatan mereka ini diapresiasi Kementerian Kesehatan, dengan memberikan penghargaan kepada Youth Care about AIDS atas kontribusi dan partisipasinya dalam pengendalian HIV/AIDS pada remaja di Kota Batam.

"Hari ini kami dapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan yang diwakili Dinas Kesehatan Provinsi Kepri," ujar pelajar SMA N 3 Batam tersebut.

Sementara itu, bersamaan dengan kampanye peduli HIV/ AIDS dalam rangkaian Hari AIDS sedunia, juga dikukuhkan sebanyak 400 duta kampanye anti HIV-AIDS. Duta-duta ini berasal dari pelajar SMA sederajat di Kota Batam.

Mereka membacakan deklarasi, antara lain isinya komitmen pelajar dalam berperilaku hidup sehat untuk menjaga diri dari penularan HIV. Kegiatan itu juga diisi dengan dialog simulasi dan curhat berkaitan organ reproduksi.

Ketua Panitia, Endang Budi Hastuti mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepedulian siswa SMA dalam pencegahan penyebaran HIV-AIDS. Tema yang diangkat yakni Masa Depan Gemilang Tanpa HIV-AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana menambahkan, peran serta pemuda sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan penyebaran narkoba dan HIV-AIDS di Kepri. Berdasarkan data, pada 2015 di Kepri terdeteksi 1.075 orang pengidap HIV-AIDS. Sebanyak 305 di antaranya sudah masuk fase AIDS. Sedangkan penyalahguna narkoba terdata tidak kurang dari 41.000 orang.

"Ini hal yang mencemaskan. Apabila kita sama-sama membiarkan kondisi seperti ini, maka generasi penerus bangsa khususnya Kepri ke depan akan terpuruk. Itu sebabnya perlu peran bersama untuk mencegah beredarnya narkoba dan terpaparnya HIV-AIDS," kata Tjetjep. (*) 

Penulis: Dewi Haryati
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved