Jumat, 10 April 2026

PSMTI Akui Diskriminasi Berkurang, Tapi Ungkap Masih Banyak Warga Tionghoa Miskin

PSMTI mengakui diskriminasi berkurang, namun mengakui masih banyak warga Tionghoa perlu dientaskan dari kemiskinan. Ini pengakuan Ketua PSMTI

Tribunbatam/anne maria
Acara persiapan Rakernas PSMTI di Batam, Selasa (18/10/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- ‎Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa ‎Indonesia (PSMTI), David Herman Jaya berharap Rakernas XV PSMTI dapat menghasilkan program-program kerja yang mampu merangkul warga tionghoa yang masih belum mapan secara ekonomi. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh David Herman Jaya saat pra Rakernas XV di Planet Holiday Hotel, Rabu (19/10/2016) siang.

David Herman Jaya mengatakan, dari tahun ke tahun rasa diskriminasi yang selama ini dialami oleh warga Tionghoa Indonesia memang semakin berkurang. Hal itu terlihat dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang sudah mulai melibatkan etnis tersebut. Namun demikian, tidak berarti langsung mengubah seluruh kehidupan ekonomi dan sosial warga tionghoa Indonesia.

"‎Program kerja apa yang akan kita lakukan kira-kira ke depan, karena warga tionghoa itu masih banyak yang miskin. Jangan lihat yang di sini, tapi saudara kita yang lebih di bawah kita. Diskriminasi memang sudah nggak ada, tapi masih banyak yang mungkin dalam berusaha tidak mendapatkan bantuan KUR, atau dana UKM. Kalau cuma melihat yang di atas memang elit, padahal tionghoa yang jadi pembantu, sopir, kerja pabrik juga banyak," tuturnya.

‎Menurut dia, perlu diformulasikan program kerja yang tepat untuk merangkul semua warga tionghoa, termasuk di bagian bawah. Ia mengatakan, semula PSMTI memang dibentuk untuk menghilangkan rasa diskriminasi terhadap kaum tionghoa‎. Namun dari tahun ke tahun, akhirnya keberadaan warga tionghoa semakin diterima.

"Hari raya imlek sekarang sudah bisa kita nikmati, di UU kewarganegaraan kita juga sudah diakui. Orang banyak mengatakan tionghoa minoritas, tapi kita tidak lagi begitu. Jadi saya anggap ini adalah masa yang tepat untuk memperjuangkan hal lain lagi yang kita perlukan ke depan. Itu yang akan kita tuangkan dalam AD/ART kita," ucapnya.

‎Dalam kesempatan tersebut ia pun sempat menyinggung mengenai Pilkada DKI Jakarta yang diikuti oleh satu orang tionghoa, Ahok. Menurutnya, keberadaan Ahok semakin memperjelas bahwa warga tionghoa sudah diberi kesempatan yang luas untuk berkontribusi kepada negara Indonesia.

"Di eksekutif kita juga punya Ahok. Ahok baik, tapi ada nggak baiknya juga buat kita. Cara dia bicara buat kita pusing. Tapi saya pribadi senang lihat cara dia kerja," kata David yang disambut tepuk tangan meriah peserta Rakernas.

David berharap cara kerja tersebut juga yang dapat dilakukan peserta rakernas PSMTI agar program kerja yang dihasilkan, minimal untuk satu tahun ke depan dapat maksimal. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved