KPPAD Anambas Akan Dampingi Remaja Tertangkap Narkoba, Ini Alasannya

KPPAD Anambas siap mendampingi remaja yang tertangkap polisi membawa narkoba, ini alasannya

KPPAD Anambas Akan Dampingi Remaja Tertangkap Narkoba, Ini Alasannya
Istimewa
ilustrasi narkoba 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Kepulauan Anambas siap mendampingi remaja yang tertangkap polisi lantaran membawa narkoba diduga jenis sabu-sabu.

Hendriko Mulyadi Hutapea Ketua KPPAD Anambas kepada sejumlah awak media mengatakan, pendampingan yang dilakukan pihaknya dikarenakan perempuan berinisial AN (17) itu masih di bawah umur.

"Kami siap mendampingi. Hal ini tentunya membuat kami prihatin. Kami akan berkoordinasi dengan KPPAD Natuna bila kasus ini dilimpahkan ke Polres Natuna. Namun, bila penanganannya di Jemaja, kami yang akan melakukan pendampingan," ujarnya Kamis (20/10/2016).

Hendriko yang mengetahui informasi kasus ini dari penyidik Rabu (19/10/2016) kemarin ini pun meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Pihaknya pun juga mengimbau kepada masyarakat khususnya kepada orangtua untuk senantiasa mengawasi pergaulan anaknya.

"Pengawasan orangtua penting dalam hal ini. Paling tidak, ini menjadi perhatian serius," ungkapnya. Disinggung mengenai kasus narkoba yang melibatkan anak di bawah umur, diakuinya pernah didampingi oleh KPPAD Anambas sebelumnya. Ketika itu, pelaku merupakan laki-laki yang terindikasi merupakan pemakai.

"Kami pun juga belum mengetahui, apakah untuk yang ini apakah hanya kurir atau pengguna. Oleh karena itu, kami meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini," ungkapnya lagi.

Polsek Jemaja sebelumnya menangkap AN (17) di Pelabuhan Letung Rabu (19/10/2016) sekitar pukul 10.00 WIB. Gadis remaja yang diketahui tidak lagi mengenyam bangku sekolah ini, tidak berkutik ketika anggota kepolisian menemukan 22 paket kecil diduga sabu siap edar yang disembunyikan pada kantong plastik yang diisi makanan ringan (biskuit,red).

Kapolsek Jemaja AKP Parlin yang dihubungi membenarkan adanya penangkapan tersebut. Selain mengamankan 22 paket kecil tersebut, barang bukti lain yang ditemukan berupa satu unit telepon seluler serta uang tunai Rp 259 ribu. Penangkapan yang dilakukan ini pun, diakuinya merupakan hasil pantauan anggotanya sejak tiga bulan terakhir.

"Memang benar. Untuk total beratnya belum kami ketahui dengan pasti. Karena belum kami timbang, mengingat listik yang belum optimal menyala di Jemaja. Penangkapan ini berawal dari laporan serta informasi masyarakat kepada kami yang kemudian kami tindaklanjuti," ujarnya saat dihubungi. (*) 

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved