Saat Masuki BCC Hotel, Rombongan Conti Sempat Dapat Perlawanan dari Karyawan. Suasana pun Memanas

Saat memasuki hotel, Conti terlihat sempat adu mulut dengan manajer hotel, Sukamto.

Saat Masuki BCC Hotel, Rombongan Conti Sempat Dapat Perlawanan dari Karyawan. Suasana pun Memanas
tribunnews batam/anne maria
Ratusan personel polisi "duduki" BCC Hotel, Kamis (20/10/2016) pagi. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Sekian lama mengikuti proses pengadilan penentuan siapa pemilik BCC Hotel yang sah, Conti Chandra akhirnya dapat memasuki bangunan hotel BCC miliknya tersebut.

Dengan pengawalan ketat tim pengamanan dari TNI/Polri, serta pengacara dan orang kepercayaannya, Conti pun masuk ke dalam bangunan 25 lantai itu, Kamis (20/10/2016).

Namun begitu, kehadiran Conti sempat mendapatkan penolakan dari karyawan hotel.‎

Conti sudah memegang legalitas atas bangunan tersebut sesuai‎ AKTA RUPS No. 18 tanggal 28 Juli 2016 yang didaftar dan dicatat di sisminbakum Kementerian hukum dan HAM nomor AHU-0013656 AH.01.tahun 2016 tentang surat persetujuan perubahan anggaran dasar perseroan terbatas PT Bangun megah Semesta nomor AHU2.AH.01.01-827 .

Saat memasuki hotel, Conti terlihat sempat adu mulut dengan manajer hotel, Sukamto.

Sukamto tampak enggan‎ mempersilahkan Conti dan rombongan memasuki hotel, serta ruang office hotel yang diduga berisikan data-data penting.

"‎Kami tahu soal keputusan itu di media pak, tapi tetap saja masih ada proses hukumnya," ujar Sukamto kala itu.

Baca: BREAKINGNEWS: Ratusan Personel Polisi Duduki BCC Hotel Batam, Karyawan pun Kebingungan

Conti yang tak mau menyerah, balas menjawab bahwa posisi Sukamto di sana hanya sebatas karyawan.

Ia pun meminta Sukamto tidak mengganggu proses peralihan tersebut.

"Kamu di sini cuma karyawan, jadi jangan buat suasana tidak kondusif. Buka saja ruangannya," kata Conti.

Masih terus mengelak Sukamto pun menyatakan agar pihak Conti menunggu pengacara dari sisi Tjipta Fujiarta terlebih dahulu.

‎Namun demikian, permintaan itu enggan digubris pihak Conti.

‎Saat pintu tersebut dibuka, terlihat beberapa orang karyawan sedang bekerja.

Tetapi tidak ditemukan data penting apapun dari sana, karena server utama komputer sudah lebih dulu dimatikan. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved