Selasa, 5 Mei 2026

Bank di Karimun Terima Penukaran Uang Rusak atau Lusuh, Ini Lokasi Penukaran

Bank Indonesia menyarankan warga yang memiliki uang rusak atau lusuh segera menukarnya ke BI atau bank-bank terdekat

Tayang:

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Masyarakat yang memiliki uang rupiah dalam kondisi lusuh atau rusak dapat menukarkan ke Bank Indonesia ataupun bank umum yang ada di daerahnya.

Hal tersebut dipaparkan oleh Deputi Direktur Dept Pengelolaan Uang BI, Asral Mashuri dalam sesi Pengelolaan Uang Rupiah dan Kewajiban Rupiah NKRI, pada kegiatan Temu Wartawan Daerah di Kantor Bank Indonesia, Jakarta beberapa waktu lalu.

"Ada uang lusuh, robek atau rusak dapat ditukarkan di Bank Indonesia atau bank umum. Karena nantinya bank umum akan menukarkan di Bank Indonesia. Uang tersebut akan dimusnahkan," kata Asral.

Selain itu masyarakat yang masih memiliki uang lama atau yang tidak berlaku lagi juga dapat menukarkanya di Bank Indonesia atau bank umum. Akan tetapi uang tersebut hanya dapat ditukar hingga masa 10 tahun setelah desain yang baru dikeluarkan.

Dijelaskan Asral, alasan harus dilakukannya pencetakan desain uang rupiah baru karena teknologi yang terus berkembang serta menanggulangi peredaran uang rupiah palsu di masyarakat.

"Dimulai dari perencanaan dan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. Sementara penetapan gambar pahlawan nasional kita berkoordinsi dengan Kementrian Sosial dan ditetapkan oleh presiden," terangnya perihal proses desain uang rupiah baru.

Selanjutnya uang yang tidak beredar lagi akan dimusnahkan. Caranya, uang logam dimusnahkan dengan dilebur sementara uang kertas dimusnahkan dengan cara dibakar. Pemusnahan dilakukan di Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Perum Peruri.

Dilanjutkan Asral, Perum Peruri juga merupakan tempat dimana uang rupiah dicetak. Bahan pembuatan uang rupiah berasal dari dalam dan luar negeri yang berstandar internasional. Setelah dibawa ke laboratorium mengenai standar bahan, selanjutnya dilakukan proses pencetakan.

Seusai dicetak dengan nomor seri yang berbeda, setiap lembar rupiah akan kembali melalui proses pengecekan. Uang rupiah yang dinyatakan sebagai hasil cetak sempurna akan diedarkan, sedangkan hasil cetak tidak sempurna akan dimusnahkan.

"Selanjutnya uang dikirim ke seluruh pelosok Indonesia melalui Bank Indonesia di daerah ataupun bank lainnya. Uang rupiah memiliki kualitas yang baik agar menjaga kepercayan masyarakat," ujar Asral. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved