Bayi Elisiana Lature Ini Mengidap Infeksi Otak, Kondisinya Terus Menurun. Sang Ibu Terus Menangis
Karena faktor ekonomi, Elisiana Lature (5 bulan), bayi kelahiran Batam 25 Mei 2016 hanya terbaring lemas di rumah orang tuanya. Kondisinya menurun
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Karena faktor ekonomi, Elisiana Lature (5 bulan), bayi kelahiran Batam 25 Mei 2016 hanya terbaring lemas di rumah orang tuanya. Kondisinya kini semakin menurun.
Kedua orang tua bayi Satini Gaho Harapan Lature menceritakan kepada Tribun Batam, Jumat (21/10/2016). Katanya, anak buah cinta mereka yang merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, diketahui sakit karena membengkak pada tenggorokan sekitar tiga minggu lalu.
Kemudian pada Minggu (16/10/2016) malam karena kondisi bayi itu semakin menurun drastis, dan langsung membawa ke Charis Medikal Batu Aji. "Kami ditangani di situ. Kata dokter dikasih obat dan menginap dulu," kata wanita asal Nias ini.
Lanjutnya, lima hari sudah berjalan berobat di sana, yakni pada Kamis (18/10/2016) mereka terkejut dengan biaya ketika diminta, yakni Rp 4 juta. Lantaran keluarga ini bukan pasien BPJS Kesehatan. "Kami gak ada BPJS. Kami sangat kewalahan dana pada saat itu," tambahnya.
Saat itu juga, Harapan ayah dari anak ini dibuat pusing tujuh keliling mencari dana sejumlaj Rp 4 juta. Setelah dapat pinjaman dari beberapa orang saudara dan famili lain, maka diberikan sejumlah duit itu untuk biaya perobatan. "Sebenarnya masih dilakukan perawatan. Tapi kami terpaksa bawa pulang karena faktor tak ada uang," kata kedua orang tua bayi ini sedih.
Menurut keterangan dokter yang disampaikan kepada kedua orang tua anak itu, dikatakan Elisiana Lature mengidap penyakit layaknya tumor pembengkakkan pada leher. Sehingga, bernanah dan infeksi akibat itu sudah sampai ke otak dan saraf lain.
Biaya yang diprediksi menangani penyakit berat anak itu mencapi puluhan juta rupiah. Dan harus ke rumah sakit besar karena yang menangani harus lah dokter spesialis. Lagi-lagi kedua orang tua anak ini masih dibuat pusing tujuh keliling oleh karena memikirkan dana."Jangan kan dana biaya puluhan juta bang. Makan saja terancam," keluh pasutri ini.
Maklum saja, ayah bayi perempuan ini hanya lah berjualan mie basah. Sementara istrinya tidak bekerja karena mengurus ketiga buah hatinya.
Lanjutnya, setelah dibawa pulang ke rumah, kata orang tau anak ini, hanya dipasang alat bantu infus oleh tenaga medis yang dermawan yang merupakan tetangga mereka.
"Kondisi anak kami ini hanya lah terbaring lemas. Tak bisa makan. Sumber makanan dari infus ini lah. Makanya saya dah gak kuat lagi memikirkan nasib anak ini bagaimana ke depan. Sampai kapan bertahan begini kalau tidak penanganan medis," kata Satini dengan muka sedih.
Kendati, pasutri yang tinggal di Kavling Seroja Nomor 45, RT 003 RW 008, Kelurahan Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Batam, Kepri sangat-sangat memohon uluran tangan atau bantuan dermawan dari masyarakat Batam dan Kepri atau barangkali masyarakat lain.
"Kami sangat mengharapkan pak. Andai kata permohonan kami ini dikabulkan bisa dilihat jeritan anak kami ini. Atau bisa kami dihubungi di nomor handphone 081266593979.
Kami sudah tak kuat dengan melihat badannya hanya terbaring lemas. Apa lagi umurnya masih lima bulan pasti tidak kuat menahan penyakit ini. Doa kami sekali lagi semoga ada dermawan yang bantu kami," harap Satini dengan tetesan air mata. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bocah-penderita-infeksi-otak_20161021_204017.jpg)