Polda Geledah Disdukcapil Batam

Segel Ruang Kerja Pejabat Disdukcapil Batam Dicabut, Pelayanan Kependudukan Diklaim Lancar

Police line yang sempat dipasang di beberapa ruangan pejabat Disdukcapil Kota Batam pada Senin (17/10/2016) lalu, dua hari lalu telah dibuka.

Segel Ruang Kerja Pejabat Disdukcapil Batam Dicabut, Pelayanan Kependudukan Diklaim Lancar
tribunnews batam/leo
Sekretaris Disdukcapil Kota Batam Taufik, Jumat (21/10/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Police line yang sempat dipasang di beberapa ruangan pejabat  Disdukcapil Kota Batam pada Senin (17/10/2016) lalu, dua hari lalu telah dibuka, Rabu (19/20/2016).

"Police Line sudah dibuka oleh pak polisi pada Rabu (19/10/2016) lalu," kata Sekretaris Disdukcapil Taufik, Jumat (21/10/2016).

 Setelah penyegelan ruang kerja itu berakhir, Taufik mengaku pengurusan dokumen kependudukan warga sudah kembali lancar.

Namun, untuk e-KTP belum bisa dicetak karena blankonya masih kosong.

"Masyarakat terpaksa kami minta untuk bersabar. Karena blanko ini dari pusat kan. Saya kurang tahu kapan pasti datang. Insya Allah bulan November ini lah ya,"

Terkait tertangkapnya pegawai Disdukcapil oleh Tim Merah Putih Polda Kepri Senin karena pungutan liar (Pungli), menurut Taufik, pihaknya akan melakukan perbaikan dengan rapat internal.

"Arahannya sesuai instruksi pak Wali Kota Batam HM Rudi. Iya, agar pelayanan dapat diperbaiki sebagaimana mestinya. Rapat internal gitu, iya kami gelar besok," tutur Taufik.

Saat ini, Taufik mengklaim, pengurusan dokumen kependudukan berjalan normal.

Taufik mencontohkan pengurusan Surat Keterangan Datang Warga Negara Indonesia (SKDWNI) untuk hari ini,  sudah naik ke meja kerjanya sebanyak 122 berkas.

"Kalau surat keterangan pindah  warga negara Indonesia (SKPWNI) ada 40 berkas. Jadi ini lah data secara continous per hari. Iya per hari sebanyak ini," kata Taufik. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved