Mantan Walikota Ahmad Dahlan Jadi Saksi Korupsi Bansos Batam

Dia berharap dalam persidangan akan terungkap fakta lain yang bisa dijadikan petunjuk pengembangan penyelidikan korupsi Bansos Batam.

Mantan Walikota Ahmad Dahlan Jadi Saksi Korupsi Bansos Batam
Aris Hardy Halim saat digiring jaksa ke mobil tahanan dalam kasus dugaan korupsi dana bansos Batam. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG - Mantan Walikota Batam Ahmad Dahlan menjadi salah satu saksi dugaan dua perkara korupsi Bansos Batam.

Kasus dugaan korupsi tersebut adalah dana hibah untuk Persatuan Sepakbola (PS) Batam dan intensif guru TPQ Kota Batam.

Selain itu, beberapa kepala dinas terkait juga akan dihadirkan jadi saksi di persidangan nanti. Termasuk kepala Dinas Pendidikan Kota batam Muslim Bidin.

Hal itu disampaikan kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri dalam konfrensi pers tentang proses pemberkasan delapan tersangka korupsi di Tanjungpinang, Senin (24/10/2016).

Kasus lainnya adalah korupsi pengadaan mes mahasiswa Anambas yang berlokasi di Tanjungpinang.

"Sebenarnya itu masih strategi. Tapi tak apa kita transparan, kita sampaikan bahwa di berkas ini ada nama-nama tersebut yang ikut menjadi saksi dalam persidangan nanti," ujar Andar Perdana, Kajati Kepri kepada wartawan.

Dia berharap dalam persidangan akan terungkap fakta lain yang bisa dijadikan petunjuk pengembangan penyelidikan korupsi Bansos Batam.

Berkas penyidikan delapan tersangka dinyatakan telah selesai dan Senin (24/10) ini dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang.

Andar menyebutkan pihaknya masih melanjutkan proses pengembangan penyidikan Bansos Batam yang totalnya mencapai Rp 66 miliar dari anggaran tahun 2011-2012.

"Masih lanjut penyelidikan itu. Makanya nanti kita tunggu dan kawal di persidangan. Di fakta persidangan nanti akan ada yang bisa dikembangkan," katanya.

Total kerugian negara yang diakibatkan korupsi tersebut, Andar yang didampingi Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Rahmat dan Wakajati menyebutkan, jumlahnya Rp 6,173 miliar.

Aspidsus Rahmat mengatakan dari semua item perkara itu, masing-masing tersangka telah menyanggupi akan mengembalikan kerugian negara.

Penulis:
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved