Pasutri Ini Sudah Bunuh 800 Terduga Pengedar Narkoba di Filipina. Mau Tahu Berapa Upah per Nyawanya?

Perang melawan narkoba yang dikobarkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte ternyata menjadi mata pencaharian bagi sebagian warga negeri itu.

Mirror
Seorang terduga pengedar narkoba tewas ditembak orang tak dikenal di salah satu sudut kota Manila, Filipina. 

Setelah sasaran tewas, para pembunuh ini kemudian menaruh selembar kertas dengan tulisan "pengedar" untuk menarik perhatian media sekaligus menjadi bukti bahwa pekerjaan sudah dilaksanakan.

Sheila mengaku, setiap kali pulang setelah melakukan tugas pembunuhan dan melihat anak-anaknya, rasa bersalah muncul dari dalam hatinya.

Namun, dia berusaha sebisa mungkin untuk membenarkan keputusannya karena semua dilakukan demi menghidupi anak-anaknya.

"Saya katakan kepada diri sendiri, orang yang saya bunuh jauh lebih buruk ketimbang saya. Dia akan menghancurkan lebih banyak orang lagi jika tidak dibunuh. Maka dia harus mati dan itu bukan kesalahan saya," ujar Sheila.

"Saya tak bersalah. Jika dia bukan orang jahat maka dia tak akan mungkin terlibat dalam situasi ini," tambah Sheila.

Meski kerap merasa bersalah, Sheila mengaku, dia tak bisa begitu saja berhenti dari pekerjaan berbahaya ini.

Dia khawatir, akan menjadi sasaran agar tak mengungkap rahasia kelompok pembunuh bayaran tersebut. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved