Mau Tahu Berapa Uang Tebusan yang Diraub Abu Sayyaf Selama Enam Bulan Ini? Jumlahnya Cukup Fantastis

Kelompok Abu Sayyaf menjadi ancaman dan mampu melancarkan aksi-aksi penculikan dan serangan teror.

Mau Tahu Berapa Uang Tebusan yang Diraub Abu Sayyaf Selama Enam Bulan Ini? Jumlahnya Cukup Fantastis
NICKEE BUTLANGAN / AFP
Kjartan Sekkingstad (tengah/bercambang) bersama tiga warga Indonesia yang disandera Abu Sayyaf, saat hendak diserahterimakan kepada perwakilan pemerintah Filipina di kota Indanan, Pulau Jolo, Filipina. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MANILA- Kelompok Abu Sayyaf mengantongi uang tebusan 353 juta peso atau sekitar Rp 95 miliar dari aksi-aksi penculikan dalam semester pertama 2016.

Hal itu disebut dalam laporan keamanan Filipina, seperti dirilis kantor berita Associated Press (AP), pada Kamis (28/10/2016).

Laporan gabungan intelijen militer dan kepolisian Filipina menyebutkan, Abu Sayyaf selama enam bulan pertama tahun ini meraup uang tebusan 353 juta peso atau sekitar Rp 95 miliar.

Dalam laporan itu disebutkan, serbuan aparat keamanan belakangan ini sempat melemahkan kekuatan Abu Sayyaf.

Namun, kelompok itu tetap menjadi ancaman dan mampu melancarkan aksi-aksi penculikan dan serangan teror.

Abu Sayyaf kini mengalihkan sasaran penculikan dan fokus pada kapal-kapal tunda yang berlayar melalui wilayah perairan antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Laporan tersebut tidak dipublikasi, namun kantor berita AP menyatakan, laporan itu diperlihatkan kepada seorang wartawannya.

Selama enam bulan pertama 2016, Abu Sayyaf melaksanakan 32 aksi pengeboman, meningkat 68 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Para militan diperkirakan memiliki lebih dari 400 pucuk senjata api dan berhasil melakukan sejumlah pelatihan teroris meski sedang menghadapi serangan militer terus menerus.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang mulai menjabat sejak 30 Juni 2016, memerintahkan militer menyerang kubu-kubu persembunyian Abu Sayyaf, setelah aksi penculikan di laut marak lagi.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved