Rabu, 10 Juni 2026

PT Sanyo Energy Batam Tutup

Sanyo Sudah Berusaha Bertahan, Tapi Tak Mampu dan Akhirnya Menyerah

Meningkatnya upah buruh di Batam, sementara keuntungan perusahaan menurun akibat lesunya ekonomi global menjadi faktor utama perusahan itu tutup

Tayang:
Penulis: Dewi Haryati |
TRIBUNBATAM/ANNE MARIA
Warga terlihat sedang berada di depan PT Sanyo Energy Batam Corporate, Selasa (1/11/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- PT Sanyo Energy Batam memang sudah menunjukkan gelagat bakal tutup sejak beberapa tahun terakhir ini.

Perusahaan yang bergerak di bidang industri sel dan baterai tersebut, secara bertahap sudah mengurangi jumlah karyawannya.

Meningkatnya upah buruh di Batam, sementara keuntungan perusahaan menurun akibat lesunya ekonomi global menjadi faktor utama perusahan asal Jepang itu tutup buku.

"Persaingan ketat. Pertama karena meningkatnya upah buruh, sedangkan keuntungan menurun. Ini yang membuat perusahaan tidak bisa bertahan," kata Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami, Selasa (1/11) membacakan sebuah catatan.

Kasubdit Penanaman Modal BKPM di PTSP BP Batam, Adi Sugiharto menambahkan, dengan kondisi perusahaan yang seperti itu, manajemen PT Sanyo Energy Batam masih berusaha bertahan.

Baru jelang akhir tahun ini, perusahaan dengan nilai investasi sekitar 87 juta dolar Amerika Serikat itu (per 2009) itu memutuskan untuk menghentikan operasi usahanya sementara.

Mereka melihat perkembangan ekonomi berikutnya.

"Belum resmi tutup. Baru pengurangan. Saat ini masih tahap penyelesaian hak-hak karyawan yang sudah diputus kerja," kata Adi.

Selain PT Sanyo Energy Batam, Adi belum mendapat informasi atau melihat gelagat akan adanya perusahaan yang hengkang dari Batam.

Untuk perusahaan yang akan hengkang inipun, ditegaskannya perlu melakukan beberapa langkah penyelesaian.

"Kalau sudah tidak produksi lagi, selesaikan dulu administrasi tenaga kerja. Kemudian diiklankan di media, tunjuk likuidator, baru disampaikan ke kami," ujarnya.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, Adi membenarkan banyak perusahaan di Batam yang tutup dan kabur tanpa menyelesaikan hak-hak pekerja. Karena itu, pihaknya tidak mau kecolongan lagi.

"Pengawasan rutin masih kami jalankan ke perusahaan-perusahaan. Ya, kami harapkan setiap perusahaan yang mau tutup punya niat baik menyelesaikan hak pekerjanya, seperti yang dilakukan Sanyo ini," akunya.

Tahun 2016 ini, investor yang masuk ke Batam hingga September tercatat
sebanyak 123 proyek yang mengurus izin prinsipnya di BKPM PTSP BP Batam.

Total nilai investasinya yakni sekitar 560 juta dolar AS.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved