Kasus Prodi Universitas Karimun, Jaksa-Saksi Ahli Terlibat Perdebatan, Ini Bahan Perdebatannya

Jaksa dan saksi ahli penasihat hukum terdakwa kasus Universita Karimun terlibat perdebatan. Mereka berdebat soal mensrea, apa itu?

Kasus Prodi Universitas Karimun, Jaksa-Saksi Ahli Terlibat Perdebatan, Ini Bahan Perdebatannya
tribunbatam/rachtayahya
Suasana sidang kasus prodi Universitas Karimun di PN Karimun, Rabu (2/11/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Sidang perkara dugaan penipuan empat program studi (prodi) tak berizin Universitas Karimun (UK) periode 2008-2010 di Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, Rabu (2/11/2016) mulai sekitar pukul 13.00 WIB berlangsung menarik.

Itu setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) terlibat perdebatan dengan saksi ahli yang dihadirkan Penasehat Hukum (PH) kedua terdakwa mantan Sekda Karimun M Taufiq dan Kadisdik Karimun (aktif) MS Sudarmadi. Keduanya berdebat perihal manstrea atau niat jahat dalam hukum pidana.

Saksi ahli, Heri Firmansyah, Dosen jurusan Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Tarumanegara terkesan enggan menjawab saat JPU meminta pendapatnya terkait apakah manstrea atau niat jahat menentukkan seseorang dinyatakan bersalah dan tidak.

“Tadi saksi menyatakan harus dilihat mensrea (niat jahat) nya, saya tanyakan apakah manstrea bisa menentukkan seseorang bisa terlepas dari pidana hukum atau tidak?” kata Juan, salah seorang JPU.

Heri beralasan bukan dirinya yang menentukan salah atau tidaknya, melainkan tugas Majelis Hakim. Heri mengaku dirinya hanya melihat dalam konteks secara umum bahwa apabila manfaat lebih besar dari pada mudarat, sebaiknya hukum pidana tidak dimunculkan.

“Bukan kewenangan saya menentukan salah atau tidaknya, itu tugas hakim. Saya hanya melihat dalam konteks secara umum. Silakan bapak JPU membuktikkan sendiri, saya paham dan mengerti tugas dari kawan-kawan JPU, ya dibuktikan saja,” kata Heri.

Jawaban tersebut ternyata tidak membuat Juan puas. Kini dibantu JPU lainnya yang juga Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun, Bendri Almy, keduanya kembali meminta pendapat Heri untuk memastikan apakah ada atau tidaknya manstrea atau niat jahat bisa melepaskan seseorang terlepas dari hukum pidana.

“Saya tidak minta saudara saksi bicara benar atau salahnya, saya sepakat kalau hal itu kewenangan hakim, saya setuju. Saya cuman minta saudara saksi untuk menjawab iya, tidak atau barangkali, kan saudara saksi ahli katanya,” kata Juan. (*)

Berita Terkait Baca Harian Tribun Batam Edisi Kamis (3/11/2016)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved