Kerbau yang Terluka Akibat Ledakan Bom yang Diinjaknya Itu Akhirnya Mati

Meski mengalami luka, kerbau ini sempat bisa berjalan sampai sungai untuk dimandikan dan kembali ke kandangnya

Kerbau yang Terluka Akibat Ledakan Bom yang Diinjaknya Itu Akhirnya Mati
kompas.com/Wijaya Kusuma
Kerbau milik Subardi korban ledakan hanya bisa tengkurap di kandang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Kerbau yang menjadi korban bom, di pinggiran sawah, Karangnongko, Sumber Agung, Jetis, Bantul, DI Yogyakarta pada Selasa (01/11/2016) kemarin akhirnya mati.

Kerbau yang dibeli oleh Subardi pada Agustus 2016 ini diketahui mati pada pukul 23.00 WIB.

Sebelumnya, kerbau milik Subardi ini setelah menginjak benda yang diduga bom rakitan mengalami luka di sekujur tubuh karena tertancap paku berbagai ukuran.

Meski mengalami luka, kerbau ini sempat bisa berjalan sampai sungai untuk dimandikan dan kembali ke kandangnya.

Bahkan kerbau yang dibeli seharga Rp 11 juta oleh Subardi ini telah mendapatkan perawatan dengan diberikan obat anti tetanus dan antibiotik.

"Kemarin setelah menginjak bom itu masih bisa jalan, tapi memang paku yang menancap ditubuh, kaki dan kepala cukup banyak," ujar Kasidi (57) warga Sawahan, Sumber Agung, Jetis, Bantul yang juga tetangga Subardi, Rabu (02/11/2016).

Dia menuturkan, sebelum mati kerbau bersikap tidak wajar. Sekitar pukul 19.00 WIB, kerbau tersebut meronta-ronta.

"Sampai kecebur di sawah sebelahnya," sebutnya.

Ketika dicek oleh warga ke kandang, dari mulut kerbau tersebut lanjutnya juga tampak mengeluarkan busa berwarna putih. Kondisinya seperti terkena racun.

"Berbusa seperti kena racun. Kondisinya melemah, sekitar pukul 23.00 WIB sudah mati," ujarnya.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved