Seluruh Eksekutif Samsung Bersujud di Atas Panggung di China. Ada Apa?

Di Korea Selatan, sujud seperti itu dinamakan kowtow yang biasanya digunakan sebagai bentuk menghormati orang tua dalam keluarga

Seluruh Eksekutif Samsung Bersujud di Atas Panggung di China. Ada Apa?
Weibo
Para eksekutif Samsung bersujud di depan para distributor di China, kemarin. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, HEBEI - Pukulan hebat yang melanda pabrikan elektronik asal Korea Selatan, Samsung, akibat kasus Galaxy Note7, membuat reputasi perusahaan itu hancur di sejumlah negara.

Soalnya, perusahaan itu sampai dua kali menarik smartphone terbaru itu gara-gara baterainya yang mudah terbakar.

Akibatnya, kenuntungan Samsung tahun ini diperkirakan akan terjejas hingga 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 65 triliun.

Para eksekutif Samsung pun menggelar pertemuan dengan seluruh dealer dan distributor Samsung di Shijiazhuang, Hebei, China, awal pekan ini.

Hal yang menarik adalah, para eksekutif Samsung bersujud kepada seluruh distributor dari atas panggung.

Aksi itu beredar luas secara online.

Namun tidak dijelaskan, apakah distributor yang diundang dari seluruh dunia atau hanya wilayah Asia yang menjadi basis utama pemasaran Samsung saat ini.

Ternyata, mereka bersujud sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada para distributor yang masih tetap melakukan pesanan baru di saat perusahaan itu mengalami krisis kepercayaan akibat kasus Galaxy Note7.

Di Korea Selatan, sujud seperti itu dinamakan kowtow yang biasanya digunakan sebagai bentuk menghormati orang tua dalam keluarga atau dilakukan karena alasan agama.

Juru bicara Samsung mengatakan bahwa aksi sujud bersama para eksekutif itu tidak direncanakan sebelumnya, demikian dilaporkan Weibo.

Hal itu adalah reaksi spontan mereka yang tersentuh dan harus oleh sikap para distributor yang akan tetap melakukan pemesanan dan memasarkan produk-produk Samsung.

Sumber: AsiaOne

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved