Perintahkan Anggota Cari Terapis Telanjang, Kepala Satpol PP Dituntut Penjara 2 Tahun. Ini Alasannya

Kepala Satpol PP ini dituntut penjara dua tahun setelah dituding terlibat rekayasa razia di panti pijat esek-esek. Ini modusnya

tribunlampung
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG-Sidang perkara pencabulan di fasilitas kebugaran City Spa terus berlanjut. Terbaru, Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Bapol PP) Bandar Lampung Cik Raden dituntut pidana dua tahun penjara.

Jaksa penuntut umum M Syarief menilai, Cik Raden terlibat dalam pencabulan yang dilakukan mantan anak buahnya, Gusti, terhadap terapis City Spa.

Menurut jaksa, Cik Raden terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 289 KUHP tentang Pencabulan jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun,” kata Syarief dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (2/11/2016).

Berdasarkan fakta persidangan, lanjut Syarief, Cik Raden memerintahkan Gusti untuk mencabuli terapis City Spa.

“Jika tidak ada perintah dari terdakwa, maka tidak akan terjadi pencabulan yang dilakukan Gusti terhadap terapis City Spa,” tuturnya.

Dalam pertimbangan tuntutannya, Syarif mengatakan, hal yang memberatkan Cik Raden adalah terdakwa merupakan kepala Bapol PP Bandar Lampung yang seharusnya memberikan contoh baik kepada masyarakat, termasuk bawahannya.

Sedangkan hal yang meringankan, menurut Syarief, Cik Raden belum pernah dihukum dan berlaku sopan selama persidangan.

Mendengar tuntutan jaksa penuntut umum, pihak Cik Raden akan mengajukan pembelaan dalam persidangan selanjutnya.

Cik Raden menjadi terdakwa dalam kasus rekayasa penggerebekan City Spa. Pemerintah Kota Bandar Lampung menyegel tempat kebugaran yang berada di bilangan Jalan Diponegoro tersebut pada 11 September 2015.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved