Senin, 1 Juni 2026

Heboh, Seluruh Dokter Spesialis di Rumah Sakit Ini Ancam Mundur. Ini Pemicunya

Keluhan tak terjawan manajemen rumah sakit, puluhan dokter spesialias di rumah sakit ini mengancam mundur. Ini detailnya

Tayang:

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BONDOWOSO-Pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Koesnadi Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengaku belum menerima surat resmi dari sejumlah dokter spesialis yang berencana mundur dari rumah sakit.

"Secara resmi kami belum menerima surat dari dokter spesialis, makanya kami masih menunggu suratnya," ujar Yudo Tri Handoko, Kasubag Tata Usaha, Informasi dan Pemasaran RSD Koesnadi Bondowoso, Minggu (6/11/2016).

Menurut Yudo, pada prinsipnya pihaknya siap untuk berdialog dengan dokter spesialis, sehingga akan bisa diketahui apa yang menjadi keluhan mereka.

"Kami akan kumpulkan dan siap berdialog untuk mengetahui secara pasti apa yang menjadi keluhan para dokter," tambahnya.

Terkait fasilitas di rumah sakit, menurut dia, akan dipenuhi secara bertahap.

"Kami terus melakukan penambahan, baik dari sarana prasarana, maupun alat kesehatannya, seperti alat CT scan kita baru, cath lab kita juga baru, jadi terus kita tambahi tetapi bertahap," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 22 orang di RSD Koesnadi Bondowoso mengancam akan mundur dari dari rumah sakit tersebut, jika tidak ada perbaikan dari pihak manajemen.

Seluruh dokter spesialis tersebut menilai, banyak masalah yang terjadi di RSD Koesnadi, mulai dari fasilitas hingga persoalan pelayanan.

"Banyak persoalan yang terjadi di rumah sakit ini, mulai dari fasilitas, pelayanan, hingga soal transparansi," ungkap Ketua Komite Medik RSD Koesnadi Bondowoso, Andreas Andrianto,  Sabtu (5/11/2016).

Dia mencontohkan, saat dokter akan melakukan operasi ternyata ruangannya bocor karena hujan deras. "Kami pernah sampaikan ke jajaran manajemen dan Dirut, dan jawabannya tidak ada anggaran. Kalau tidak ada anggaran, kenapa bangun terus," sebut Andreas.

Belum lagi fasilitas lainnya seperti di ruangan darurat yang masih sangat minim.

"Kalau lampu padam harus menyalakan genset, dan itu butuh ups, ini tidak ada UPS-nya, akhirnya terkendala, padahal kondisi gawat darurat. Ini kan soal keselamatan pasien," tambahnya.

Jika dalam waktu satu minggu ke depan tidak ada jawaban dari Bupati Bondowoso, maka seluruh dokter spesialis di RSD Koesnadi akan mundur.

"Bahkan ada yang mengajukan mutasi, pensiun dini, dan mundur dari PNS. Ini semua kami lakukan murni karena perbaikan di rumah sakit, dan masyarakat," ucap dokter spesialis bedah onkologi ini.

Hal senada disampaikan dokter spesialis lainnya. "Ini adalah puncak seluruh persoalan yang terjadi di rumah sakit. Banyak persoalan yang terjadi, kami hanya ingin ada perbaikan manajemen sehingga pelayanan juga lebih baik kepada masyarakat," ujar Yus Deny.

Menurut Deny, banyak persoalan yang terjadi di rumah sakit daerah. "Permasalahannya menumpuk, mulai dari manajemen yang buruk, tidak ada transparansi, fasilitas yang kurang memadai, hingga pelayanan yang kurang optimal kepada masyarakat," ungkap dokter spesialis penyakit dalam ini.

Menurut dia, seluruh dokter spesialis yang praktik di rumah sakit daerah, hanya ingin ada perbaikan manajemen. "Intinya kami hanya ingin ada perbaikan jajaran manajemen, kalau begini terus menerus masyarakat yang akan jadi korban," ujarnya.

Deny menyebut, aspirasi seluruh dokter spesialis tersebut sudah disampaikan langsung kepada Bupati Bondowoso Amin Said Husni.

"Bapak Bupati sebenarnya sudah tahu aspirasi kami, tetapi sampai sekarang belum ada jawaban dari beliau. Bahkan persoalan ini juga sudah disampaikan kepada DPRD. Jika tidak ada ketegasan, kami akan mundur, bahkan saya sendiri akan mengajukan mundur sebagai PNS," ucapnya.

Deny berharap, Bupati segera mengambil langkah tegas terkait aspirasi para dokter tersebut.

"Kami tidak muluk-muluk tuntutannya, hanya mengganti manajemen rumah sakit, karena kalau dipertahankan akan terus begini, sehingga pelayanan tetap tidak akan maksimal, dan masyarakat akan jadi korban," sebutnya.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved