Mesin Cuci Samsung Meledak dan Terbakar di Singapura. Begini Dampaknya
Dari foto, selain mesin cuci yang hangus, juga terlihat bagian dinding dapur di sisi mesin cuci itu hancur, diduga akibat ledakan.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Kasus meledaknya mesin cuci Samsung yang selama ini hanya disebut-sebut sebagai teori konspirasi untuk menjatuhkan Samsung, ternyata bukan isapan jempol.
Kasus meledaknya Samsung juga terjadi di Singapura, Rabu (9/11/2016) di sebuah flat di Bukit Panjang, Singapura.
Kasus ini membuat reputasi perusahaan elektronik Korea Selatan itu semakin terpuruk. Menyusul kasus terbakarnya Samsung Galaxy Note7 yang membuat peruasahaan itu terpaksa menarik seluruh produk itu di pasaran dan memberikan ganti rugi kepada konsumen di seluruh dunia.
Beberapa hari lalu, Samsung juga digeledah polisia Korsel karena diduga terseret skandal keuangan yang menimpa keluarga Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye.
All Singapura Stuff melaporkan bahwa seorang ibu rumah tangga berusia 42 tahun dan putrinya 16 tahun, berada di flat yang terletak di Blok 469 Segar Road, ketika insiden itu terjadi.
Mereka mencuci pakaian mereka selama sekitar sepuluh menit sebelum mesin terbakar dan meledak.
Tetangga yang mengetahui hal itu dari bau kebakaran mencoba untuk membantu mereka, tapi api terlalu besar.
Foto: Shin Min Daily News
Dari foto, selain mesin cuci yang hangus, juga terlihat bagian dinding dapur di sisi mesin cuci itu hancur, diduga akibat ledakan.
Begitu juga plafon flat itu hangus terbakar.
Juru bicara kepolisian setempat (SCDF), seperti dikutip Stomp membenarkan kejadian itu.
Polisi mendapat laporan pada pukul 11:50 waktu setempat dan langsung mengirim mobil pemadam kebakaran serta tim ke lokasi.
"Api membakar mesin cuci yang berada di toilet dapur, tapi bisa dipadamkan dengan pemadam busa," kata polisi.
Syukurnya, tidak ada korban luka dalam kasus ini dan kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran.
Dalam minggu ini, 2,8 juta mesin cuci Samsung ditarik dari peredaran di Amerika karena risiko ledakan.
Kamis pagi, situs berita lokal Channel NewsAsia dan The Straits Times melaporkan bahwa raksasa elektronik itu babak belur oleh berbagai pukulan yang menimpa perusahaan itu.
Samsung mengumumkan pada 28 September lalu pihaknya sedang melakukan "diskusi aktif" dengan Komisi Keamanan Produk Konsumen AS karena "masalah keamanan potensial", sehubungan dengan mesin cuci yang diproduksi antara Maret 2011 dan April 2016.
Hal itu dilakukan setelah gugatan "class action" konsumen yang mengeluhkan mesin cuci yang meledak.
Sumber: AsiaOne
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/samsung-meledak_20161110_222852.jpg)
