Bank Indonesia Kepri Bantah Isu Uang Kertas Ada Logo Mirip Palu Arit, Ini Penjelasannya

Bank Indonesia perwakilan Kepri membantah isu adanya uang kertas pecahan Rp 100 ribu memiliki logo mirip palu arit. Ini penjelasannya

Bank Indonesia Kepri Bantah Isu Uang Kertas Ada Logo Mirip Palu Arit, Ini Penjelasannya
Tribun Batam/Argianto
Kepala Bank Indonesia Kepri Gusti Raizal Eka 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Akhir pekan ini beredar isu bahwa uang kertas Rupiah pecahan 100.000 terbitan tahun 2014 silam terdapat logo mirip palut arit.

Bahkan pemberitaan ini sudah viral di media sosial khususnya Facebook dan WhatsApp . Ada yang menangggapi serius ada juga yang menanggapi bahwa hal itu biasa.

Pantauan Tribun Batam di akun Facebook bernama Suhermita Mita. Menuliskan caption dan memposting gambar uang pecahan 100.000. "Heboh betul soal gambar mirip palu arit di uang 100 ribu, setelah saya amati seprtinya emang mirip , di sengaja atau tdk ya ...." tulis akun itu.

Pada gambar yang diunggahnya tampak tiga kali dibagikan. Dan beberapa lainnya mengomentari. "Tarik tunai di atm pecahan 100 ribu bg, betul gambarnya begitu bukan hoax." tulis akun Suhermita Mita lagi.

Tak hanya itu, beberapa medsos WhatSapp lagi sedang hangat membahas dugaan logo yang mirip kertas tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Gusti Raizal saat dikonfirmasi Tribun Batam pada Sabtu (12/11/2016) melalui WhatsApp, membantahnya.

Menurutnya, pada setiap uang kertas Rupiah yang masih berlaku, mulai pecahan Rp1.000 hingga Rp.100.000, terdapat unsur pengaman yang disebut sebagai rectoverso atau gambar saling isi.

Rectoverso pada uang kertas Rupiah dapat dilihat pada bagian depan uang di sudut kiri atas dibawah angka nominal dan pada bagian belakang uang di sudut kanan atas di bawah nomor seri.

Rectoverso adalah suatu teknik cetak khusus pada uang kertas dimana pada posisi yang sama dan saling membelakangi di bagian depan dan bagian belakang uang kertas terdapat suatu ornamen khusus seperti gambar tidak beraturan.

Namun demikian apabila Rectoverso pada uang kertas diterawang ke arah cahaya maka akan terbentuk suatu gambar yang beraturan.

Pada setiap pecahan uang kertas rupiah, Rectoversonya membentuk ornamen lambang "BI" singkatan Bank Indonesia.

Sejauh ini Rectoverso adalah unsur pengaman yang sulit dipalsukan.

Selain digunakan pada uang kertas rupiah, unsur pengaman ectoverso juga digunakan oleh banyak negara, seperti Malaysia dan Euro.

"Dengan demikian rectoverso pada bagian belakang uang kertas rupiah tahun 2014 adalah tidak benar merupakan ornamen atau lambang palu arit. Jadi jangan khawatir dengan uang rupiah kita," jelasnya. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved