Demo 4 November

Fahri Hamzah: Selalu Ada Peristiwa Besar di Indonesia dalam Siklus 20 Tahunan, Waspadai 2018

Menurut Fahri, terdapat siklus 20 tahun sekali yang terjadi dalam sejarah Indonesia. Setiap 20 tahun, lanjut dia, terdapat peristiwa besar.

Fahri Hamzah: Selalu Ada Peristiwa Besar di Indonesia dalam Siklus 20 Tahunan, Waspadai 2018
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ribuan umat muslim memenuhi Jalan Merdeka Timur saat demonstrasi menuju ke Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (4/11/2016). Demonstran mendesak pihak kepolisian menetapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi tersangka terkait kasus dugaan penistaan agama. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mengatakan pemerintah harus mewaspadai gejala-gejala yang terjadi di masyarakat.

Hal itu sebagai langkah antisipasi terhadap tahun 2018.

Menurut Fahri, terdapat siklus 20 tahun sekali yang terjadi dalam sejarah Indonesia. Setiap 20 tahun, lanjut dia, terdapat peristiwa besar dalam sejarah Indonesia.

"Dalam sejarah bangsa Indonesia ada suatu time line 20 tahunan. Indonesia selalu muncul energi barunya setiap 20 tahunan. Energinya tiba-tiba melesat dan kuat sekali," kata Fahri dalam pidatonya di Kongres Nasional I Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

Fahri mencontohkan, tahun 1908 terjadi lahirnya Budi Utomo yang menjadi penanda pergerakan nasional Indonesia. Selanjutnya 20 tahun berikut, 1928 terjadi sumpah pemuda yang menjadi penyatuan semua kalangan pemuda.

Kemudian 20 tahun kemudian, 1948 lanjut Fahri, terjadi terjadi pemberontakan di Madiun, Jawa Timur. Kemudian, tahun 1965-1966 terjadi peristwa pelanggaran HAM.

"Tahun 1998 terjadi peristiwa runtuhnya orde baru. 2018 sepertinya ada pemasan," ucap Fahri.

Fahri pun meminta agar aksi damai yang terjadi pada 4 November sebelumnya, tidak diabaikan oleh pemerintah. Mengutip dari Samuel Huntington dalam bukunya yang berjudul "Benturan antar Peradaban", Fahri menilai adanya gejolak yang terjadi di peta dunia.

Ia khawatir, bila tidak diantisipasi akan membuat Indonesia sebagai negara gagal. Namun, Fahri menegakan pidatonya di depan ratusan kader KAMMI itu tidak bertujuan untuk menghasut.

"Ini jangan dianggap provokasi, bukan upaya makar ya Pak," ujar Fahri kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang disambut dengan tawa.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved