Benarkah Ada Ranting Partai di DKI yang Menolak Ahok? Inilah Penjelasan Sekjen PDIP

PDI Perjuangan membantah adanya ranting partai yang menolak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Benarkah Ada Ranting Partai di DKI yang Menolak Ahok? Inilah Penjelasan Sekjen PDIP
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-PDI Perjuangan membantah adanya ranting partai yang menolak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut isu tersebut sebagai upaya memecah belah partai yang dilakukan pihak tak bertanggungjawab.

"Partai berdiri kokoh dan PDI Perjuangan tidak punya tradisi menarik dukungan. Keputusan terhadap pasangan Ahok-Djarot merupakan keputusan final," kata Hasto dalam siaran persnya ke Tribunnews.com, Senin (14/11/2016).

PDI Perjuangan, kata Hasto, berharap semua pihak menciptakan suasana yang kondusif dan teduh.

Ia menyerahkan keseluruhan proses pada rakyat sebagai hakim tertinggi untuk memilih pasangan kepala daerahnya.

"Bagi yang tidak suka pasangan tertentu, sebaiknya suarakanlah hak konstitusionalnya melalui TPS. Semua pihak harus berkompetisi secara sehat, demokratis, dan menghormati prinsip kedaulatan rakyat tersebut," kata Hasto.

Hasto juga menegaskan agar semua pihak menempatkan hukum yang menjunjung tinggi keadilan, dan prinsip segala warga negara memiliki kedudukan yg sama di mata hukum.

"Pilkada jangan menjadi pertarungan tanpa aturan hanya karena ambisi berkuasa. Keseluruhan nilai-nilai hakiki demokrasi Indonesia, yg berintikan musyawarah-mufakat di dalam menyelesaikan setiap konflik harus kita jaga bersama. Disinilah Pancasila benar-benar hadir sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa," kata Hasto

PDI Perjuangan, lanjut Hasto, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan efektivitas dukungan kepada Presiden dan Wakil Presien.

"Pak Jokowi dan Pak JK terpilih secara konstitusional. Siapa pun yang akan melanggar prinsip ini, tidak bisa dibiarkan. PDIP kokoh berdiri mengawal Pemerintahan Jokowi-JK," kata Hasto.

Oleh karenanya, Hasto menyerukan kepada kader PDI Perjuangan se-Indonesia waspada dan bersiap menerima Perintah Harian Ketua Umum Partai Megawati Soekarnoputri yang sewaktu-waktu bisa diberikan.

"Namun PDIP juga percaya bahwa Pemerintah, dengan tradisi pendekatan dialog Presiden Jokowi yang sangat baik, mampu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia," kata Hasto. (*)

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved