Lima Orang Jaringan Teror Bom Ditangkap. Kapolri: Mereka Ingin Kacaukan Suasana

Mereka berusaha menimbulkan kekacauan. Masyarakat tenang saja, ini pelaku lama yang sudah diketahui jaringannya, akan dikembangkan terus

Lima Orang Jaringan Teror Bom Ditangkap. Kapolri: Mereka Ingin Kacaukan Suasana
intimewa
Lokasi terjadi ledakan bom di depan gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memastikan, lima orang telah diamankan pasca pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (13/11) lalu.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menambahkan target pelaku adalah ingin menimbulkan kekacauan saja. Ia kemudian berharap masyarakat tetap tenang.

"Lima orang lagi sudah ditangkap dan terus dikembangkan. Ini sebenarnya pelaku lama kasus bom di Serpong dan bom buku. Ada kaitannya dengan kelompok Pepy Fernando, jaringan lama. Jadi sekarang dia bergabung dengan JAD," tegas Tito Karnavian, Senin (14/11) kemarin di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Mereka berusaha menimbulkan kekacauan. Masyarakat tenang saja, ini pelaku lama yang sudah diketahui jaringannya, akan dikembangkan terus," tambahnya.

Untuk diketahui, atas peristiwa itu, satu korban yakni Intan Olivia (3) meninggal dunia, dimana sebelumnya korban sudah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Abdil Wahab Sjahranie, Samarinda.

Sementara tiga korban lainnya yaitu Triniti Hutahaen, Anita Christabel, dan Alfarou Sinaga masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Seluruh korban atas peristiwa itu adalah anak-anak karena saat kejadian mereka sedang bermain di lokasi parkiran gereja.

Pelaku dari peristiwa ini yaitu Juhanda alias Jo (37), sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Untuk selanjutnya, Juhanda akan dibawa oleh Densus 88.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved