Kasus Pungli Disdukcapil Batam

Berkas Tersangka Sudah ke Jaksa, Penyidik Tunggu Jawaban Jaksa

Penyidikan kasus dugaan pungli di Disdukcapil Batam dengan tersangka Jamaris alias Boy dan Irwanto telah dilimpahkan Polda Kepri ke Kejati

Berkas Tersangka Sudah ke Jaksa, Penyidik Tunggu Jawaban Jaksa
tribunbatam/argianto
Penyidik membawa dua tersangka dugaan pungli di Disdukcapil Batam saat ekspos di Mapolda Kepri, Selasa (18/10/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Penyidikan kasus dugaan pungli di Disdukcapil Batam dengan tersangka Jamaris alias Boy dan Irwanto telah dilimpahkan Polda Kepri ke Kejati.

Selanjutnya penyidik menunggu jawaban jaksa. Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Polda Kepri Kombes Pol Eko Puji Nugroho, pihaknya telah melimpahkan berkas penyidikan ke Kejati pekan lalu.

"Tapi belum dikembalikan jaksa balasan kepada kami. Mungkin dalam proses," kata Eko Puji Nugroho, Kamis (17/11/2016).

Eko mengatakan, pihaknya menjerat keduanya dengan pasal 94 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kenpendudukan, dengan ancaman hukuman penjara enam tahun dan denda Rp 75 juta.

Ketika disinggung, kedua tersangka semula dijerat dengan salah satu pasal UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pinda Korupsi, namun kenyataannya hanya satu pasal, Eko pun menjelaskan hal itu.

Memang benar kata dia, semula akan dijuncto kan dengan UU Tipikor itu, namun karena setelah ditelusuri dan sesuai saran dari pihak Jaksa sambungnya, hanya satu pasal saja yang dilanggar.

Lagi pula kata dia, pasal yang dijerat saat ini adalah berupa lex specialis (hukum yang bersifat khusus).

"Memang begitu awalnya. Tapi kata jaksa satu pasal saja. Karena pasal yang menjerat keduanya lebih ke lex specialis.

Jadi undang-undang punya mereka sendiri (sesuai jabatan yang dipangku tersangka,red). Dan lebih berat hukuman ini dari pada Tipikor. Makanya satu saja," jelas Eko.

Seperti diketahui, Jamaris alias Boy dan Irwanto alias Ir merupakan pegawai disdukcapil Kota Batam. Jamaris memangku jabatan sebagai Kabid Catatan Sipil dan Ir merupakan staf Kabid Catatan Sipil.

Keduanya ditangkap pada Operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Polda Kepri terkait pungli Senin (17/10/2016) sore lalu. Tidak saja hanya Jamaris dan Ir,

namun Nasibah yang merupaka Kasi Perpindahan Penduduk Disdukcapil Batam ikut digiring Senin malam itu. Hanya saja, Nasibah keluar karena tak cukup alat bukti. (*)

Baca Berita Terkait di Harian Tribun Batam Edisi Jumat (18/11/2016)

Penulis: Leo Halawa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved