Breaking News:

Imigran Taman Aspirasi Batam ke Pinang, Pengungsi di Rudenim Pinang ke Batam

Sebanyak 90 imigran penghuni Taman Aspirasi di Batam tiba di Rudenim Tanjungpinang, sebaliknya sejumlah pengungsi dari Pinang ke Sekupang

tribunnews batam/eko setiawan
Sebanyak 103 imigran asing yang selama ini tinggal di Taman Aspirasi Batam Centre resmi dipindahkan, Kamis (17/11/2016) pagi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-‎Kepala Kantor Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang, Hamzah mengatakan, 90 pencari suaka dari Sudan, Somalia dan Afganistan tiba di Tanjungpinang.

Tak hanya di Taman Sspirasi melainkan di Hotel Kolekta juga ikut dipindahkan ke Rudenim Tanjungpinang secara bersamaan.

Menurut Hamzah, mereka dipindahkan lantaran dipandang telah mengganggu estetika kota.

"Mengganggu keindahan kota Batam. Karena posisinya kan di tengah kota juga. Mereka disana membuat gubug-gubug yang dilihat tidak nyaman," kata Hamzah.

Namun demikian, imigran yang telah mendapatkan status 'refugee' (pengungsi berhak ke negara ketiga) sebanyak 93 orang di Rudenim juga telah dibawa ke rumah imigrasi yang berada di Sekupang Batam.

Proses pemindahan dari Imigran Batam ke Rudenim Tanjungpinang untuk diproses status refugee-nya.

"Kita tukar. Yang dari sini ke sana juga. Namun yang di hotel Kolekta dan taman itu sudah dibawa," ujarnya lagi.

Mengapa selama ini imigran berada di hotel kolekta dan Taman Aspirasi‎, memang sesuai aturan yang telah mendapatkan status reffugee ditampung di Rumah Imigrasi di Sekupang.

"Ada sebanyak 170 personil melakukan pengawalan dan pengamanan pemindahan pencari suaka yang berasal dari kota Batam ini, ‎yang terdiri dari jajaran Polri, TNI, Satpol PP, Imigrasi Batam ‎dan dari Direktorat Kanwil Hukum dan HAM Kepri," ungkapnya.

‎Ia menambahkan daya tampung Rudenim saat ini masih cukup atau belum over kapasitas. (*) 

Penulis: Tri Indaryani
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved