Ahok Tersangka

Kenapa Ahok Tidak Ditahan? Ini Penjelasan Kapolri

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan penyidik tidak melakukan penahanan terhadap Ahok karena belum menemukan dua syarat objektif.

Kenapa Ahok Tidak Ditahan? Ini Penjelasan Kapolri
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memberikan keterangan pers usai Rapat Koordinasi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2016). Rapat Koordinasi membahas masalah ekonomi terkait kartel pangan, penyelundupan dan investasi. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Bareskrim Mabes Polri menetapkan Gubernur DKI (non aktif) sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Ari Dono menyebut, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan sehari sebelumhya, Rabu (16/11), Ahok memenuhi syarat ditetapkan sebagai tersangka.

"Setelah diskusi oleh tim penyelidik dicapai kesimpulan, meski tidak bulat namun didominasi pendapat perkara harus diselesaikan di peradilan terbuka. Konsekuensi proses penyelidikan ditingkatkan ke penyidikan dan menetapkan Ahok sebagai tersangka," tegas Ari Dono.

Selain menetapkan Ahok sebagai tersangka karena melanggar pasal 156a KUHP jo pasal 28 ayat 2 UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE, penyidik juga melakukan pencegahan terhadap Ahok agar tidak meninggalkan Indonesia.

Namun Ahok tidak ditahan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan penyidik tidak melakukan penahanan terhadap Ahok karena belum menemukan dua syarat objektif .

"Penahanan tidak dilakukan karena Bareskrim menganggap tersangka cukup kooperatif. Apalagi, Ahok hadir dalam pemeriksaan tanpa harus dipanggil. Saat dipanggil pun, Ahok hadir memenuhi panggilan," ujar Tito.

Alasan lainnya karena posisi Ahok sebagai peserta Pilkada DKI Jakarta dan masih menjabat sebagai gubernur, sehingga kecil kemungkinan untuk melarikan diri.

Namun sebagai antisipasi diputuskan melakukan pencegahan pergi ke luar negeri.

Tito meminta semua pihak tidak khawatir Ahok bakal menghilangkan barang bukti. Pasalnya, semua alat bukti, semisal video, sudah ada ditangan penyidik.

Terkait gelar perkara di tingkat penyelidikan, Kapolri menyebut sebanyak 27 penyelidik di Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memiliki pendapat berbeda terkait kasus Ahok.

Mereka terbelah dalam dua pendapat yaitu perbuatan Ahok masuk penistaan agama dan ada yang menyatakan tidak.

"Penyelidik terbelah, begitu juga para saksi ahli, mereka tidak bulat. Tapi didominasi pendapat kasus ini masuk dalam pidana sampai akhirnya dinaikkan ke penyidikan. Lalu diselesaikan secara terbuka melalui pengadilan," ujar Tito Karnavian.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved