Patroli WFQR IV Lanal Dabo Singkep Gagalkan Penyelundupan Kayu ke Singapura

Kapal ini akan membawa kayu ke Kampung Baru, Batam. Kayu-kayu tersebut dikumpulkan di Batam dalam jumlah yang banyak, lalu diselundupkan ke Singapura.

Patroli WFQR IV Lanal Dabo Singkep Gagalkan Penyelundupan Kayu ke Singapura
Dok. Lantamal IV Tanjungpinang
Kapal penyelundup kayu yang ditangkap Tim WFQR IV Lanal Dabp Singkep di Selat Pintu. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Lanal Dabo Singkep menangkap kapal pengangkut kayu di selat Cempa Kabupaten Lingga, Jumat (18/11/2016) sore.

Tim WFRQ yang menggunakan kapal Patkamla Cempa mendeteksi keberadaan kapal pengangkut kayu itu sedang berlayar menuju Selat Pintu.

Posisinya berada pada koordinat 00 13.856N-104 18.890 E.

Tim WFRQ kemudian mendekati kapal tersebut dan menghentikan pergerakannya.

"Tim langsung memeriksa kapal ini. Ternyata kapalnya tanpa nama," jelas Letkol Laut (P) Agus Sriyanto, Komandan Lanal Dabo Singkep, Sabtu (19/11) sore.

Menurut Agus, kapal tersebut dinahkodai oleh Awang dengan dua anak buah kapal.

Kapal itu memuat kayu balok sekitar 10 ton dan tidak berdokumen.

"Pemilik kayu berinisial I dan pemilik kapal berinisial M," ungkap Agus.

Kapal ini akan membawa kayu ke Kampung Baru, Batam. Kayu-kayu tersebut dikumpulkan di Batam dalam jumlah yang banyak, lalu diselundupkan ke Singapura.

"Atas tindakannya ini, nahkoda diduga telah melanggar pasal 16 undang-undang (UU) nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan," jelas Agus.

Sanksi pidana terhadap pelanggar UU itu hukuman penjara antara 1 hingg 5 tahun serta denda antara Rp 500 juta dan 2,5 miliar.

Selain itu, kapal tersaebut juga akan dijerat pasal 323 UU 17/2008, karena tidak memeiliki Surat Perintah Berlayar.

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved