Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Tinggi. KPPAD Kepri Minta Pengadilan Beri Hukuman Maksimal

Dukungan pihak terkait seperti Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan sangatlah penting

Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Tinggi. KPPAD Kepri Minta Pengadilan Beri Hukuman Maksimal
Sterstockhut
Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Komisi Perlindungan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kepri meminta pengadilan menjatuhkan hukuman maksimal bagi pelaku kejahatan dalam perkara kekerasan seksual terhadap anak.

"Efek jera akan timbul bila pengadilan memberikan hukuman maksimal. Namun bila tidak, kekerasan seksual pada anak ini akan terus meningkat," ujar Ketua KPPAD Kepri, Muhammad Faisal, Selasa (22/11/2016).

Menurut Dia, hukuman kepada pelaku kekerasan terhadap anak masih ringan.

Dukungan pihak terkait seperti Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan sangatlah penting untuk memperhatikan aspek dari dampak yang diterima bagi korban kekerasan.

"Selama ini hukuman masih minimal. Belum maksimal. Kekerasan anak di Kepri begitu tinggi dilihat dari jumlah penduduk yang relatif kecil," kata Faisal.

KPPAD Kepri mencatat dari Bulan Januari sampai Oktober 2016 berjumlah 38 kasus antara lain korban anak laki-laki 4 orang dan 40 anak Perempuan yang mengalami kekerasan kepada anak dengan berbagai macam motif dan modus yang dilakukan.

"Di Tanjungpinang sendiri ada18 kasus, korban anak laki-laki 1 orang dan anak perempuan 17 anak, kota Batam juga sebanyak 18 kasus diantaranya korban anak laki-laki 3 dan perempuan 19 orang sementara Bintan empat anak perempuan," katanya.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Rabu, 23 November 2016

Penulis: Wahib Wafa
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved