Ancaman Limbah Minyak Hitam Masih Menghantui. Ini Kerugian yang Dialami Bintan Akibat Limbah Itu

Menurut Dia, dekat perairan lintas negara, ancaman limbah minyak hitam masih menghantui

Ancaman Limbah Minyak Hitam Masih Menghantui. Ini Kerugian yang Dialami Bintan Akibat Limbah Itu
TRIBUN BATAM/ AMINNUDIN
Bupati Bintan, Apri Sujadi berbicara soal limbah minyak hitam di hadapan 50 peserta sosialisasi konservasi perairan, Kamis (24/11/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, perairan Bintan belum sepenuhnya aman.

Menurut Dia, dekat perairan lintas negara, ancaman limbah minyak hitam masih menghantui.

"Upaya untuk mengamankan perairan dari limbah perusak tersebut masih menjadi jalan panjang. Namun tidak ada kata terlambat.

Upaya demi upaya terus dilakukan guna menangkas kehadiran limbah, hantu bagi sebagaian sektor kehidupan warga setempat," katanya dalam pertemuan Sosialisasi Penataan Batas dan Pengadaan Tanda Batas Kawasan Konservasi Perairan Daerah di Convention Hall Hermes Hotel, Kamis (24/11/2016).

Kerugian akibat limbah hitam itu sangat besar.

Saat musim angin utara lalu, sektor pariwisata rugi 30 persen akibat limbah.

Di luar pariwisata, limbah mengakibatkan penurunan produksi tangkapan ikan nelayan lokal.

Sektor perikanan yang mendominasi kehidupan nelayan perlu dilindungi.

"Ini akan kita tangani bersama,"kata Apri.

Plt Kepala Dinas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bintan M Fakhri, limbah minyak salah satu yang dibahas dalam pertemuan di Convention Hall Hermes.

Halaman
12
Penulis: Aminudin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved