Hukum Pasar Terkait Harga Kebutuhan Pokok di Anambas Sangat Sensitif. Ini Penyebabnya

Menurut Dia, terdapat beberapa hal yang ia kerap temui saat melakukan survei di lapangan

Hukum Pasar Terkait Harga Kebutuhan Pokok di Anambas Sangat Sensitif. Ini Penyebabnya
TRIBUNBATAM/M IKHWAN
Suasana di pasar 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop & UKM) Kabupaten Anambas meminta masyarakat mengubah pola pikir, khususnya dalam menanggapi mahalnya harga kebutuhan pokok.

Menurut Dia, terdapat beberapa hal yang ia kerap temui saat melakukan survei di lapangan.

Tidak jarang, pedagang yang menjual barang kebutuhan pokok enggan menurunkan harga barang yang ia jual dengan berbagai alasan, salah satunya modal yang mereka keluarkan terbilang besar.

"Fenomenanya seperti itu. Hukum pasar di Anambas ini sangat sensitif, terlebih dengan rentang kendali.

Bila ketersediaan barang melonjak, maka harga barang akan bersaing. Namun bila barang langka, harga barang itu pun bisa melambung tinggi.

Harga dari tempat pedagang membeli pun turun, harga barang belum tentu turun," ujarnya Kamis (24/11/2016).

Ia menambahkan, hadirnya intervensi pemerintah dalam menentukan harga, dapat memberikan pengaruh dalam penurunan harga.

Hanya saja, saat ini belum ada regulasi yang mengatur untuk menentukan harga tersebut.

"Tentunya ada pengaruh kepada penurunan harga. Namun kondisinya harga bahan pokok tidak disubsidi Pemerintah.

Yang disubsidi saat ini hanya biaya angkut dengan kapal Tol Laut," katanya.

Usman mengatakan, masuknya Anambas pada program Tol Laut berdampak pada ketersediaan bahan pokok, meskipun penurunan harga diakuinya belum terlalu berdampak secara signifikan.

Usman menjelaskan, ongkos yang dikeluarkan untuk mengangkut barang menggunakan tol laut mencapai Rp 273 ribu per ton, jauh lebih murah bila dibandingkan menggunakan angkutan jasa seperti kapal kargo dengan harga mencapai Rp 500 ribu per ton.

"Kami saat ini sedang menjalin kerjasama dengan subkon Pelindo untuk memasuk bahan pokok di Anambas melalui tol laut.

Hal ini sudah kami rapatkan sebelumnya. Untuk di Natuna program ini sudah berjalan. Harapan kami, program ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.(*) 

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Jumat, 25 November 2016

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved