Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Batam

Anshori: Di Balik TKI Ilegal Ada Sindikat Kejahatan Besar dan Pelaku-Pelaku Besar'

Anggota Komisi IX DPR RI, Anshori menilai,banyak kasus pemberangkatan dan pemulangan TKI secara ilegal yang seolah ditutup-tutupi aparat penegak hukum

Anshori: Di Balik TKI Ilegal Ada Sindikat Kejahatan Besar dan Pelaku-Pelaku Besar'
tribunnews batam/bobi
Warga ramai melihat data identitas dan foto korban meninggal dari kapal TKI tenggelam yang dipajang di Pos Keselamatan di Tanjung Bemban, Kamis (3/11/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Peristiwa tenggelamnya kapal bermuatan TKI ilegal di Perairan Nongsa, Batam, Rabu (2/11/2016) lalu, menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan Komisi IX DPR RI ke Gedung Graha Kepri di Batam, Jumat (25/11/2016).

Kejadian itu menambah riwayat kelam persoalan TKI. Dari sekitar 100 orang penumpangnya, kebanyakan tewas.

Kehadiran wakil rakyat dari Senayan itu ke Batam, bertujuan untuk mencari masukan dengan lintas sektor di Batam seperti dari Pemprov Kepri, Danlantamal, Polda Kepri, Basarnas, BP3TKI, Kanwil Hukum dan HAM, dalam upaya penanganan TKI non prosedural tersebut.

Mereka ingin persoalan itu tidak terulang lagi.

Tidak hanya di Batam yang sering dijadikan tempat transit bagi TKI, tetapi juga di daerah lainnya.

Masukan-masukan itu juga dinilai penting, mengingat Komisi IX DPR RI saat ini juga tengah mengusulkan perubahan atas Undang-undang Nomor 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di luar negeri.

Anggota Komisi IX DPR RI, Anshori menilai, banyak kasus-kasus pemberangkatan dan pemulangan TKI secara ilegal yang seolah ditutup-tutupi aparat penegak hukum.

Padahal itu erat kaitannya dengan peredaran narkotika.

"Berapa banyak TKI yang pulang secara ilegal? Satu kapal itu bisa menampung berapa orang. Kalau mereka pulang bawa narkoba bagaimana? Penyebaran narkobanya lebih luas lagi," kata Anshori.

Padahal dikatakannya, filosofi awal pemekaran Kepri dari Riau, salah satu tujuannya agar pemerintah daerah bisa fokus pada penanganan soal masalah di perbatasan.

Halaman
123
Penulis: Dewi Haryati
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved