Aksi Tolak UWTO di Batam

Taba Iskandar Yakin Revisi Tarif UWTO yang Sudah Dibahas Berpihak ke Masyarakat. Ini Alasannya

Kami tidak bicara angka dulu. Angka dari kami itu sudah ada sebenarnya, tapi kami tidak berwenang mempublikasikannya. Kami hanya melakukan koreksi

Taba Iskandar Yakin Revisi Tarif UWTO yang Sudah Dibahas Berpihak ke Masyarakat. Ini Alasannya
tribunnews batam/istimewa
Spanduk penolakan UWTO beberapa waktu lalu. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tarif baru UWTO setelah pro dan kontra PMK 148/2016 serta aturan turunannya belum diputuskan.

Saat ini Tim Teknis Dewan Kawasan (DK) Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) masih merumuskan formulanya agar angka yang ditetapkan nanti tidak memberatkan masyarakat.

"Sekarang kami masih rapat. Tapi intinya, sesuai usulan Ketua DK kemarin, tarifnya nanti tidak boleh diatas 150 atau 200 persen," kata anggota Tim Teknis Dewan Kawasan, Taba Iskandar, via telpon, Selasa (29/11/2016)..

Sebenarnya sudah tercapai kesepakatan di antara semua anggota Tim Teknis DK.

Pihaknya pun sudah melakukan banyak koreksi terhadap angka-angka itu dan kemudian diusulkan ke DK.

"Kami tidak bicara angka dulu. Angka dari kami itu sudah ada sebenarnya, tapi kami tidak berwenang mempublikasikannya. Kami hanya melakukan koreksi terhadap tarif itu," ujarnya.

Dalam waktu dua hari ini, Taba memperkirakan formula angka dari Tim Teknis akan sampai kepada Ketua DK PBPB. Selanjutnya, akan dibahas lagi bersama seluruh anggota DK.

"Dewan Kawasan nanti yang berwenang mengumumkan angkanya. Kami perkirakan dalam waktu 7 sampai 10 hari ini, tarif barunya akan keluar," kata anggota DPRD Kepri ini.

Menyoal tarif UWTO baru, kata Taba, pihaknya mengusulkan single tarif.

Klasifikasi masih tetap ada. Seperti untuk pemukiman, rumah susun, komersial, industri, dan pariwisata.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved