Kenapa Penyelundupan Bawang Merah Marak di Karimun? Ini Pengakuan Nakhoda Kapal Penyelundup

Kenapa di Karimun marak penyelundupan bawang dari Malaysia? Ini pengakuan nakhoda kapal penyelundup

Kenapa Penyelundupan Bawang Merah Marak di Karimun? Ini Pengakuan Nakhoda Kapal Penyelundup
TRIBUNBATAM/ELHADIF PUTRA
Bawang merah hasil penegahan DJBC Khusus Kepri beberapa waktu lalu 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Penyelundupan bawang merah asal Malaysia marak terjadi. Meski telah sering ditangkap petugas Bea dan Cukai, namun upaya penyelundupan yang dilakukan para pelaku seakan tak pernah habis.

Keuntungan yang cukup besar membuat para nahkoda kapal nekad mengangkut barang impor ilegal itu.

Seperti pengakuan, Tomi, seorang nahkoda kapal yang diamankan patroli Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri. Ia mengatakan laba yang diperoleh dari bawang merah cukup lumayan.

"Beli dari Malaysia Rp 33.000 perkarung. Nanti di tempat kita jual di atas itu. Saya bawanya sekitar 1.800 karung," katanya saat diwawancarai pewarta di Kanwil DJBC Khusus Kepri.

Pria asal Pulau Kundur itu menjelaskan untuk ke Malaysia dirinya beserta dua ABK membawa muatan kelapa dari pulau-pulau di Karimun.

Setelah membongkar muatan, Ia kemudian memesan bawang merah. Ketika membawa bawang merah keluar dari pelabuhan di Malaysia, Tomi mengaku dilengkapi dokumen dan membayar pajak.

Namun meski demikian, Ia memahami jika bawang merah termasuk barang yang dilarang untuk diimpor dalam aturan di Indonesia.

"Kalau keluar dari sana tidak masalah karena kita bayar pajak. Ya mau bagaimana lagi mungkin pas apes," ujar nahkoda kapal tanpa nama itu.

Semetara itu, Kabid Penyidikan dan Penyimpanan Barang Bukti Kanwil DJBC Khusus Kepri, Winarko menjelaskan jika bawang merah dan beras termasuk barang larangan pembatasan.

Ia menyebutkan tidak semua orang atau perusahaan yang dapat membawa barang-barang itu dari luar negeri. (*)

Baca Berita Terkait di Harian Tribun Batam Edisi Kamis (1/12/2016)

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved