Ahar Sentil DPRD Kepri Soal Interpelasi Gubernur, Soal UWTO Diam-diam Saja

Rencana sejumlah anggota DPRD Kepri melancarkan hak interpelasinya kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun mulai dikritisi. Ahar di antaranya

Ahar Sentil DPRD Kepri Soal Interpelasi Gubernur, Soal UWTO Diam-diam Saja
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Ahar Sulaiman 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Rencana sejumlah anggota DPRD Kepri melancarkan hak interpelasinya kepada gubernur Kepri Nurdin Basirun mulai dikritisi.

Dosen hukum administrasi dan tata negara Ahar Sulaiman mengatakan, hak interpelasi itu adalah hak anggota Dewan.

Namun, hak tersebut seharusnya baru dikeluarkan ketika ada masalah yang urgen dan berdampak pada kepentingan masyarakat luas.

"Misalnya, masalah kenaikan tarif listrik, air, kendaraan bermotor dan lain-lain. Mengapa anggota dewan tidak menggunakan hak interpelasinya terhadap masalah UWTO di Batam," kritik Ahar, Kamis (1/12/2016) malam.

Menurut Ahar, penetapan pejabat eselon II, III dan IV di lingkup Pemprov Kepri oleh Nurdin tidak termasuk dalam permasalahan yang substantif.

Karena itu, dia menilai anggota DPRD Kepri menggunakan kewenangan yang begitu besar untuk menyelesaikan masalah yang begitu sederhana.

"Apa kesalahan gubernur Kepri dalam penetapan atau pelantikan? Persoalan tidak ada penyampaian, itu hanya masalah etika.

Kalau diteliti lebih lanjut, kita bisa tahu bahwa sebenarnya kepentingan anggota dewan tidak diakomodir saja," tegas Ahar lagi.

Ahar menekankan lagi, penetapan pejabat eselon itu adalah hak prerogatif gubernur Kepri.

Mekanisme penetapan itu bersifat vertikal yang dimulai dari BKD Kepri, Sekdaprov Kepri sampai kepada gubernur Kepri.

"Kalau Pak Gubernur salah melakukan haknya maka sudah ada lembaga yang menilai dan menganulis kebijakannya itu," ungkap Ahar.

Lembaga-lembaga yang bisa menilai atau mengevaluasi kebijakan gubernur Kepri itu adalah Kemendagri, Kemenpan-RB dan BKN.

"Yang jelas, wewenang untuk mengevaluasi atau menilai kebijakan gubernur itu bukan terletak pada DPRD," tandas Ahar. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved