Jumat, 10 April 2026

Nelayan Anambas Mulai Khawatirkan Musim Utara, Gelombang hingga Dua Meter

Nelayan tradisional yang ada di Anambas mulai khawatir akan musim angin utara yang mulai muncul pada akhir tahun

Tribun Batam/Istimewa
Ilustrasi gelombang tinggi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS-‎Nelayan tradisional yang ada di Anambas mulai khawatir akan musim angin utara yang mulai muncul pada akhir tahun.

Kondisi cuaca laut yang kurang kondusif untuk mencari ikan, membuat nelayan tradisional ini terpaksa berpikir ulang untuk mencari ikan di laut.

"Musim utara sudah masuk. Pikir-pikir juga kalau ingin melaut. Kapal kami kapal kecil,

sementara kondisi gelombang mencapai satu setengah sampai dua meter," ujar Sahar salahseorang masyarakat Jemaja Kamis (1/12/2016).

Nelayan Desa Landak Kecamatan Jemaja ini pun, memilih untuk memperbaiki kapal yang biasa pergunakan untuk mencari ikan.

Alternatif dalam mencari pekerjaan lain pun, kembali ia pikirkan mulai menjadi tukang bangunan sampai ke buruh angkut.

"‎Hampir setiap tahunnya seperti ini. Demi keselamatan lah pak," ungkapnya.

‎Masuknya musim angin utara ini pun, diakuinya membuat permintaan akan ikan menjadi tinggi.

Hanya saja untuk memperoleh ikan, nelayan tradisional harus bertaruh nyawa terlebih dengan kondisi musim seperti ini.

"Jarak mencari ikan biasa antara lima sampai tujuh mil. Saya pribadi lebih memilih beristirahat dulu untuk melaut, sampai kondisi cuaca sudah kondusif," ungkapnya.

Kondisi musim angin utara ini pula yang diakuinya dimanfaatkan oleh pelaku illegal fishing.

Menurutnya, musim angin utara seperti sekarang ini dimanfaatkan oleh mereka untuk mengeruk hasil laut Anambas.

"Musim seperti ini lah mereka banyak beroperasi. Kami apresiasi juga kepada aparat di laut yang menangkap mereka ini, meskipun diketahui masih ada saja yang tetap nekat. Seperti tidak jera-jera," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved