Demo di Jakarta
Wiranto: Aksi Keluar dari Silang Monas Akan Dibubarkan
Demonstran, kata Wiranto, juga harus turut berperan aktif untuk melaporkan jika ada penyusup yang masuk ke dalam barisan dan membuat aksi gaduh.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto memastikan pihak pengamanan sudah bekerja keras untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Hal itu juga menjadi harapan dirinya agar tidak ada aksi-aksi teror yang meresahkan masyarakat pada 2 Desember mendatang.
"Iya semoga kita tidak kecolongan. Aparat sudah berkerja keras untuk mengantisipasi hal ini," kata Wiranto kemarin
Demonstran, kata Wiranto, juga harus turut berperan aktif untuk melaporkan jika ada penyusup yang masuk ke dalam barisan dan membuat aksi semakin gaduh.
Dia menjelaskan, apa yang telah direncanakan oleh GNPF MUI dan Kapolri terkait dengan aksi tersebut, sudah sangat baik dan ada jaminan berlangsung secara damai.
Sehingga, tidak perlu ada perubahan rencana di tengah aksi yang diklaim akan menurunkan tiga juta orang tersebut.
"Apa yang telah disepakati itu sudah bagus, jangan sampai ini justru disusupi oleh pihak-pihak tertentu," kata Wiranto.
Sementara Presiden Jokowi yakin, aksi 2 Desember nanti akan berjalan secara damai. Presiden berharap agar doa dalam aksi nanti, untuk ketenangan bangsa dan kesejahteraan bangsa dipanjatkan.
"Aksi itu akan damai, tidak ada ricuh," ujar Presiden
"Aksi itu damai, berdoa bersama-sama untuk ketenangan bangsa ini, untuk kesejahteraan bangsa. Saya kira doanya akan ke sana untuk persatuan kita," ucap Presiden Jokowi.
Menkopolhukam Wiranto kemudian menegaskan, hanya ada satu aksi unjuk rasa di Jakarta, yaitu di Silang Monas pada 2 Desember nanti.
"Tanggal 2 Desember, demo ada di Monas. Demo di luar Monas, ilegal dan akan dibubarkan," kata Wiranto
Selain itu, aksi demonstrasi yang berada di luar Monas, bukanlah unjuk rasa yang memiliki izin dan pihak kepolisian dapat membubarkan secepatnya.
"Masyarakat juga dapat melapor jika terdapat aksi demonstrasi yang tidak berada di silang Monas kepada polisi agar dapat segera dilakukan penindakan," jelasnya.
Dijelaskan, masyarakat hendaknya tertib pada aturan hukum yang ada, sehingga dapat meminimalisir adanya potensi kericuhan.
Begitu juga dengan para demonstran yang akan mengikuti aksi "Gelar Sajadah" di Silang Monas, diharapkan dapat mematuhi kesepakatan yang sudah ada.
"Kesepakatannya kan jelas. Hanya berdoa dari pagi hingga salat Jumat setelah itu bisa bubar. Itu saja yang dipegang," tandas Wiranto. (Tribunnews/tim)