Harga Cabe Meroket, Inflasi Kepri Juga Ikut Kepedasan. BI Sarankan Ini pada Pemerintah

Gusti menyebut, pada November 2016, inflasi di Kepri memang di atas 4 persen, yakni 4,27 persen (yoy), dan secara ytd sebesar 3,24 persen.

Harga Cabe Meroket, Inflasi Kepri Juga Ikut Kepedasan. BI Sarankan Ini pada Pemerintah
Istimewa
Ilustrasi makan Cabai 

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Naiknya harga cabe merah menjadi komoditas penyumbang inflasi tertinggi di Kepri sepanjang November lalu.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, Selasa (6/12) usai kegiatan rapat koordinasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri di Batam Center.

Gusti menyebut, pada November 2016, inflasi di Kepri memang sedikit meningkat di atas 4 persen, yakni 4,27 persen (yoy), dan secara ytd sebesar 3,24 persen.

Tingginya inflasi itu dipicu beberapa hal, di antaranya harga sayur mayur, tarif listrik, harga rokok, dan lain sebagainya.

"Penyumbang inflasi tertinggi November kemarin dari cabe merah," kata Gusti.

Dia berharap pada Desember ini laju inflasi dapat terjaga, yakni tak lebih dari 0,76 persen sehingga bisa mencapai maksimal 4 persen.

"Kalau itu dapat kita jaga, ini sejalan dengan target yang disepakati di awal tahun kemarin, yakni 4 persen" ujarnya.

Beberapa upaya saat ini sedang diupayakan BI dan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) kabupaten/ kota untuk menekan angka inflasi di Kepri.

Di antaranya dengan budidaya cabe serta gerakan sentuh tanah, sentuh air dan sebagainya.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved