Dana Silpa APBD 2016 Anambas Diprediksi Tembus Rp 66 M, Ini Alasan Kepala Dispenda
Dana Silpa di APBD 2016 Anambas diprediksi tembus Rp 66 miliar, namun Pemkab membantah akibat rendahnya serapan anggaran. Tapi ini pemicunya!
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS-Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Kabupaten Anambas pada APBD 2016 diprediksi mencapai Rp 66 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Kepulauan Anambas, Azwandi menegaskan, besaran SILPA ini dikarenakan kurangnya penyerapan anggaran.
Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Anambas ini menjelaskan,
SILPA terjadi dikarenakan adanya transfer dana tunda salur baik dari Provinsi Kepri dan Pemerintah Pusat, yang menyebabkan penerimaan daerah menjadi berlebih.
Adapun besaran dana tunda salur yang diterima dari Pemerintah Provinsi mencapai Rp 7 miliar ditambah tunda salur dari Pemerintah pusat mencapai Rp 24 miliar.
"Ada transfer dana tunda salur, bukan karena anggaran tidak terserap. Besaran SILPA itu pun, belum bisa diketahui secara pasti apakah menurun atau mengalami kenaikan karena tutup buku dilakukan pada 30 Desember 2016," ujarnya Minggu (11/12/2016).
Sebelumnya, baik Pemerintah Provinsi dan Pemerintah pusat belum bisa memberikan kepastian akan transfer dana tunda salur tersebut kepada Pemerintah Daerah.
Pemerintah Daerah pun akhirnya sepakat untuk tidak memasukan dana tunda salur pada Perubahan APBD tahun 2016.
Bukan tanpa alasan, Pemerintah Daerah dalam hal ini tidak memasukkan dana tunda salur pada Perubahan APBD 2016 kemarin.
"Yang menjadi kekhawatiran kami, dana tunda salur tersebut belum bisa ditransfer ke daerah serta menjadi utang. Komitmen Pemerintah Daerah pada tahun 2016 ini tidak terbebani oleh utang," bebernya.
Dana transfer baik dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah pusat pun, diakuinya sudah mencapai 95 persen ke daerah. Pihaknya menargetkan realisasi penerimaan diharapkan bisa mencapai 99 persen.
"Kami menargetkan seperti itu. Untuk dana transfer yang ada serta sudah masuk ke daerah sudah mencapai 95 persen," tutupnya. (*)