MERINDING! Polisi Turki Menangis saat Mengevakuasi Mayat Rekan-rekannya di Stadion Istanbul

Korban adalah polisi dan warga sipil semuanya fans yang tidak meninggalkan lokasi stadion setelah pertandingan tuan rumah Besiktas menghadapi Busaspor

MERINDING! Polisi Turki Menangis saat Mengevakuasi Mayat Rekan-rekannya di Stadion Istanbul
Rex
Polisi terpaku melihat helm rekan-rekannya berserakan di jalan di dekat Stadion Vodafone Arena, Istanbul Turki, Sabtu (10/12/2016) malam. 38 tewas, 27 orang di antaranya polisi. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ISTANBUL - Korban ledakan bom yang terjadi di Stadion Vodafone Arena, kandang klub Besiktas, Turki, terus bertambah.

Jumlah korban tewas yang dilaporkan, Minggu (11/12/2016), mencapai 38 orang dan 166 lainnya luka-luka.

Korban adalah polisi dan warga sipil semuanya fans yang tidak meninggalkan lokasi stadion setelah pertandingan tuan rumah Besiktas menghadapi Busaspor, Sabtu malam.

Sebanyak 27 polisi dilaporkan tewas dalam insiden ini, sisanya warga sipil, 90 menit setelah pertandingan usai.

Bom stadion
Detik-detik bom mobil meledak terekam oleh CCTv.

 Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 10.20, waktu setempat, atau Minggu dini hari WIB

Serangan kedua terjadi 45 detik kemudian. Seorang pembom bunuh diri meledak di taman Maçka tepat di seberang stadion.

Duka yang sangat dalam terasa pada wajah-wajah polisi yang mengevakuasi tubuh kawan- kawannya. Mereka saling menguatkan satu sama lain.

Baca: Dua Bom Meledak Usai Pertandingan Liga Turki Antara Besiktas dan Bursaspor

Mayat polisi berseragam gelap bergelimpangan di jalan, sementara helm putih mereka bertebangan dan berserakan.

Polisi menyebutkan bahwa pelaku menggunakan bom mobil dengan target polisi antihuru-hara yang mengamankan pertandingan.

Bom stadion
Polisi Turki menangis dan saling menguatkan karena rekan-rekannya tewas oleh bom

Polisi setempat menangkap 15 orang terkait pengeboman yang diduga berasal dari militan Kurdi. Sebanyak 10 orang ditetapkan tersangka.

Seorang saksi mata, Yilmiz Omer mengatakan: "Itu seperti neraka. Api memenuhi jalan sampai ke langit. Aku sedang minum teh di kafe sebelah masjid, tak jauh dari jalan raya."

"Orang-orang merunduk di bawah meja, wanita menjerit dan menangis. Penggemar sepakbola yang saat itu minum teh di kafe melihat bagaimana mobil itu meledak," katanya.

Sumber: AFP/BBC/Mirror

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved