Pesawat Polisi Jatuh di Perairan Dabo

Pencarian Dihentikan, Fisik Pesawat Hanya 50 Persen Ditemukan

Basarnas menghentikan pencarian korban pesawat jatuh di perairan Lingga, selain dua jasad utuh korban, total hanya 50 persen puing pesawat ditemukan

Pencarian Dihentikan, Fisik Pesawat Hanya 50 Persen Ditemukan
tribunbatam/thom limahekin
Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Pusat Ivan Titus, Kepala Basarnas Tanjungpinang Abdul Hamid dan Kapolres Tanjungpinag AKBP Djoko berdiri di samping puing-puing pesawat polisi udara yang jatuh di Lingga, Sabtu (3/12/2016) setelah menerima kepulangan tim gabungan SAR, Senin (12/12/2016) sore 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG-‎Pencarian korban dan serpihan pesawat Skytruck milik Polri yang jatuh di perairan Lingga dinyatakan selesai. Namun pihaknya tetap bersiaga bila ada ditemukan sisa benda yang muncul, petugas siap mengevakuasi ke lokasi.

"Kita nyatakan menutup pencarian dan evakuasi jatuhnya pesawat. Sebelumnya ini berdasarkan intruksi dari Kapolri untuk menambah tiga hari pencaarian setelah sebelumnya seminggu kita lakukan pencarian bersama tim gabungan,

baik dari Polisi, TNI, Bea Cukai, KPLP, BNPB dan Umrah di lokasi," kata Brigadir Jendral TNI Ivan Ahmad Riski Titus selaku Direktur operasi dan latihan Basarnas di kantor Basarnas Tanjungpinang, Senin (12/12/2016).

‎Dia menuturkan sejauh ini pihaknya telah berusaaha maksimal melakukan pencarian. Ivan pun mengklaim bahwa hasil temuan fisik pesawat diperkirakan mencapai 50 persen. Dikatakanya memang masih cukup banyak yang belum ditemukan termasuk para korban.

"Sudah kita tetaapkan 11 titik sektor jatuhnya pesawat. Dari hasil operaasi pencarian, sektor nomor empat yang kita temukan cukup banyak ‎bongkahan pesawaat dan bagian tubuh para korban. Terakhir dua hari lalu kita temukan dua tubuh tidak utuh," katanya.

Operasi besar-besaran pun telah dilakukan. Dari sebelumnya total tim gabungan ada 12 kapal berukuran besar, beberapa hari terakhir pihaknya menambahkan empat kapal lagi tim penyelam dari Basarnas maupun pendeteksi bawah laut dan juga penyelam dari Umrah telah dilakukan. Selain itu juga dikerahkan dua pesawat helikopter milik Basarnas daan Polisi serta satu pesawaat Fixed Wings milik Polri.

"Sebelumnya kita menetapkan 11 titik jatuhnya pesawat. Setelah itu ada tiga titik yang kita temukan bongkahan pesawat cukup banyak. Lalu dari situ kita bisa mengembangkan pencarian hingga terus kita dapatkan puing maupun tubuh para korban," ungkapnya.

Berapa korban yang telah teridentifikasi dari semua total 13 penumpang, ‎Ivan mengatakan hal itu ranah kepolisian dalam hak ini tim DVI lantaran bukan bagian dari tugas Basarnas. Tugas pokok basarnas sendiri kata Ivan lebih kepada ke evakuasi dan operasi pencarian.

"Secara umum kendala cuaca tidak ada. Ombak dikisaran 3 meter dengan permukaan yang tenang. Hanya saja memang arus dasar laut yang begitu kencang mencapai 5 not. Angin saat pencarian hanya sekitar 40-48 not," ujarnya didampingi Kapolres, Dandim, Danlanud dan dari Lantamal.

Kotak Hitam sendiri nantinya tim laboratorium DVI Mabes polri yang akan mengidentivikasi dari hasil temuan bagian puing pesawat yang telah dievakuasi. Namun diperkirakan kotak hitam tidak ditemukan. Berapa korban dan sisa puing pesawat masih berada di dasar laut.

"Semua barang-barang hasil temuan maasih dilakukan identivikasi oleh tim DVi di Batam," tutupnya dalam Konfrensi Pers itu. (*) 

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved