Krisis Venezuela Makin Parah, Warga Ramai-ramai Tukar Mata Uang Lokal. Perbatasan Negarapun Ditutup

Pemerintah Venezuela mempersulit warganya untuk keluar dari krisis likuiditas di negara tersebut karena banyak warga yang menukarkan uang mereka.

Krisis Venezuela Makin Parah, Warga Ramai-ramai Tukar Mata Uang Lokal. Perbatasan Negarapun Ditutup
www.usnews.com
Potret kemiskinan di Venezuela. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, VENEZUELA- Pemerintah Venezuela mempersulit warganya untuk keluar dari krisis likuiditas di negara tersebut.

Pada Senin (12/12) malam, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan, dirinya menutup perbatasan dengan Kolombia selama 72 jam.

Kebijakan ini diambil setelah warga Venezuela ramai-ramai menukar uang mereka sebelum akhirnya tak berlaku lagi pada akhir pekan ini.

Dia menuding, banyak mafia yang memindahkan uang Venezuela ke Kolombia.

Pada kesempatan yang sama, pemerintahan Maduro juga mengumumkan pihaknya akan menarik uang kertas 100 bolivar dan menggantikannya dengan uang koin bernilai sama dalam kurun waktu 72 jam.

Uang kertas baru dan koin tersebut dikabarkan akan segera dirilis pada Kamis (15/12/2016) mendatang.

Menurut Maduro, kebijakan daruratnya untuk menukar uang kertas bolivar dengan koin dalam waktu yang singkat bertujuan agar para mafia sulit menyelundupkan bolivar ke luar dari Venezuela.

Dengan adanya pertukaran ini, warga Venezuela terpaksa mendepositokan uang mereka di bank-bank lokal atau menukarkannya secepat mungkin karena uang kertas ini tidak akan berlaku lagi pada akhir pekan ini.

Ini merupakan guncangan teranyar dalam krisis ekonomi Venezuela.

Dalam pernyataannya, pemerintah Venezuela mengatakan penutupan perbatasan dengan Kolombia penting dilakukan untuk bersiaga atas serangan kriminal terhadap mata uang Venezuela.

Halaman
12
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved