Harga Sembako

Kepala Bank Indonesia Juga Kembali Bicara Cabe. Ini Sarannya

Kendati Desember ini harga cabe di pasaran masih tinggi, Gusti memprediksi kenaikan itu tidak akan lebih tinggi dibandingkan Oktober ke November

Kepala Bank Indonesia Juga Kembali Bicara Cabe. Ini Sarannya
TRIBUN BATAM/ AMINNUDIN
Bank Indonesia Kepri melakukan panen cabe dalam program bantuan pengembangan Hortikultura di lahan panen SMKN 3 Bintan, Selasa (15/11/2016) 

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, harga komoditas cabe dan sayur mayur di Kepri memang sudah terlihat jelas kenaikannya sejak November lalu.

Bahkan kedua komoditas itu yang menjadi penyumbang inflasi terbesar untuk Kepri pada November kemarin.

"Kondisi hujan yang terus menerus dan cuaca yang tidak kondusif menjadi faktornya," kata Gusti saat dihubungi Tribun, Selasa (13/12/2016).

Kendati Desember ini harga cabe di pasaran masih tinggi, Gusti memprediksi kenaikan itu tidak akan lebih tinggi dibandingkan kenaikan Oktober ke November kemarin.

"Oktober ke November kan sudah tinggi, jadi kalaupun sekarang masih tinggi tak setinggi November kemarin," ujarnya.

Gusti mengimbau masyarakat agar tidak panik, dan mencari alternatif pengganti cabe.

"Harganya tinggi karena permintaannya juga tinggi. Kan nggak harus makan cabe juga di saat harga cabai masih tinggi. Kami imbau masyarakat tidak perlu paniklah," ujarnya.

Dalam jangka pendek, dikatakan Gusti untuk menekan harga cabai di pasaran tidak terlalu tinggi, pihaknya terus mendorong masyarakat agar menggalakkan tanaman hidroponik dengan menggunakan polybag.

Selain itu juga mendorong Pemda melakukan MoU dengan daerah lainnya.

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved