Breaking News:

Penumpang Kapal Miko Natalia Batam-Karimun Terpaksa Inap di Pelabuhan Sekupang

Seorang penumpang kapal Batam-Tanjungbalai Karimun terpaksa menginap di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Batam, dari kemarin hingga pagi tadi, Rabu.

Penulis: | Editor:
tribunnews batam/zahfri suandi
Konter Miko Natalia Batam-Tanjungbalai Karimun di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Seorang penumpang kapal Batam-Tanjungbalai Karimun terpaksa menginap di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Batam, dari kemarin hingga pagi tadi, Rabu (14/12/2016).

Pasalnya, penumpang bernama Hery itu, kemarin terpaksa tidak bisa berangkat naik kapal ke Karimun karena kapal sudah penuh padahal dia sudah membeli tiket.

"Saya bingung mau bagaimana, ya saya tidur untuk semalam ini di pelabuhan ini saja lah, soalnya saya tidak tahu betul daerah Batam dan saudara pun tidak ada di sini", ujar Hery.

Heri hanyalah satu dari beberapa penumpang yang terpaksa tidak bisa berangkat kemarin ke Karimun karena kapal sudah penuh padahal mereka sudah membeli tiket.

Pagi tadi, tampak para penumpang yang sudah pegang tiket mendatangi kembali konter kapal dan minta diberangkatkan.

"Alhamdulillah masih bisa berangkat, sudah dua hari saya tidak masuk kerja. Kalau sampai tiga hari tidak masuk tanpa ada berita maka dianggap mengundurkan diri oleh perusahaan tempat saya bekerja", ujar Hery sesaat sebelum berangkat.

Dia mengaku heran atas tindakan para penjual tiket di loket PT Miko Natalia kemarin.

Sebab, para penjual tiket sudah mengetahui kapal penuh namun tiket tetap dijual ke penumpang.

"Saya sudah menunggu dari pukul 15:00 WIB untuk keberangkatan pukul 17:00 WIB. Ternyata pada pukul 17:30 WIB diberitahukan oleh petugas pelabuhan bahwa tidak bisa berangkat Selasa itu juga ke Tg Balai Karimun,"ceritanya.

Untuk mengatasi penumpukan penumpang ini, menurut seorang karyawan PT Miko Natalia, hari ini tiket untuk keberangkatan kapal sore hari tidak dijual agar penumpang yang sudah pegang tiket dari kemarin bisa diberangkatkan semua.

Dia menceritakan, tertundanya keberangkatan kapal kemarin karena ada satu kapal yang mengalami kerusakan mesin dan satu kapal lagi surat izin berlayarnya sudah habis.

"Tiket masih bisa berlaku untuk keberangkatan yang kemarin sempat tertunda, karena kapal kami ada yang rusak mesin nya dan satu lagi surat izin berlayarnya sudah habis. Ini sedang diproses untuk mengaktifkan lagi surat izin berlayarnya. Itu karena kemarin hari libur jadi loket penjualan yang di Tg Balai Karimun menjual banyak tiket pulang pergi, jadi koordinasi kurang, terjadi penumpukan penumpang", ujar karyawan PT Miko Natalia tersebut. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved