Soal Pembayaran Gaji Guru Honorer SMA/SMK, Kata Akhirnya di Gubernur. Benarkah?

Anggota DPRD Kepri ini angkat bicara soal pembayaran gaji guru SMA/SMK honorer. Apakah Pemprov mampu dengan kondisi keuangan sekarang?

Soal Pembayaran Gaji Guru Honorer SMA/SMK, Kata Akhirnya di Gubernur. Benarkah?
tribunbatam/aminnudin
Susilawati 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Legislator di DPRD Kepri Susilawati, turut mengomentari wacana yang mengemuka seputar kejelasan insentif bagi guru honorer tingkat SMA di level Kabupaten/Kota.

Siapa yang harus membayarkan intensif mereka, pemrov atau kabupaten/kota.

"Mari kita lihat dulu angka kebutuhan. Berapa kebutuhan dana dianggarkan untuk membayar insentif mereka (guru honor SMA sederajat). Pertanyaan sekarang, apakah provinsi mampu?" kata Susilawati di Bintan.

Susilawati masih mempertanyakan kebenaran aturan yang memberikan kewenangan Pemrov Kepri membayar gaji/insentif guru honor tingkat SMA yang di daerah.

Seperti disebutkan sebelumnya, UU No 23 Tahun 2014 telah mengatur pelimpahan kewenangan beberapa hal dari daerah ke Pemprov. Di situ sudah termaktub guru-guru honor tingkat SMA sederajat.

"Itu betul tak aturan itu begitu? Kayaknya gak begitu deh,"kata dia.

Namun kalau memang demikian, Susilawati meminta setiap pihak harus melihat pada kondisi keuangan di Pemrov sendiri.

"Kita lihat kemampuan provinsi. Apakah mampu menampung seluruhnya (gaji honor SMA) dari Kabupaten/kota ke Provinsi? Kan banyak itu jumlahnya,"tanyanya.

Tapi Susilawati menyatakan perihal hal pelik itu pada akhirnya berpulang lagi ke gubernur Kepri sendiri selaku pengambil kebijakan.

Kalau memang gunernur bilang mampu dan bagus bagi masyarakat, pihaknya bakal beri dukungan.

"Yang penting manfaatnya bagi masyarakat Kepri, why not, kenapa tidak?!"katanya. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved