12 Kontainer Sampah Rusak, Sampah Berserakan. Walikota Pinang Minta DKPP Cari Akal!

Walikota Tanjungpinang turun menginspeksi kondisi kontainer di Bintan Center. Selain keropos, sampah juga berserakan. Lis minta DKPP putar otak

12 Kontainer Sampah Rusak, Sampah Berserakan. Walikota Pinang Minta DKPP Cari Akal!
Tribunbatam/M Ikhwan
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah memberikan arahan kepada Almazuar Amal Kepala DKPP Kota Tanjungpinang, Senin (19/12/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Sebanyak 12 dari 42 kontainer sampah milik Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tanjungpinang sudah rusak.

Namun sampai saat ini belum bisa dilakukan perbaikan karena terkendala anggaran. Akibatnya pelayanan kebersihan menjadi kurang maksimal.

Pasalnya, meskipun kontainer sampah tersebut rusak, namun masih tetap digunakan. Karena belum ada penggantinya.

Hal ini dikatakan Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah saat meninjau Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah di Kawasan Bintan Center, Senin (19/12/2016).

Terlihat, Di TPS Bintan Center ini empat kontainer sampah yang berada di TPS sudah tidak layak pakai. Beberapa sisi kontainer rusak dan berlobang.

Akibatnya sampah-sampah yang dibuang sebagian tumpah dan berserakan di lokasi TPS. Petugas kebersihan pun tampak memungut sampah-sampah yang berserakan untuk dimasukkan kembali ke kontainer.

Lis yang meninjau langsung TPS tersebut didampingi Almazuar Amal kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tanjungpinang.

Kepada Kepala DKPP, Lis meminta untuk menyiasati perawatan kontainer sampah tersebut. Meskipun memang pada 2016 tidak ada dana perawatan. Namun menurut Lis perawatan bisa dilakukan dengan menggunakan biaya rutin tahun 2017. Hal tersebut harus dilakukan karena urgen.

"Kita minta DKPP survei. Bagaimana membuat kontainer ni kerangkanya besi namun baknya fiber. Ini dilakukan agar tidak rusak karena zat garam dari sampah," katanya.

Selain itu, kata Lis, dia juga meminta DKPP untuk mengikuti Standar Operasi Prosedur pengangkutan sampah kontainer. Yakni setelah sampah-sampah dikontainer di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),

kontainer untuk terlebih dulu dicuci atau disemprot menggunakan air. Sehingga kotoran seperti zat garam atau zat asam yang tertinggal tidak menumpuk di kontener sehingga membuat kontainer berkarat dan keropos.

"Setelah dicuci baru di letakkan lagi di TPS. Kemudian untuk di TPS Bincen ini idelanya satu hari tiga kali diangkut. Karena sebagian besar warga Tanjungpinang Timur buang sampah disini ," katanya.

Sementara itu, Kepala DKPP Tanjungpinang Almazuar Amal menjelaskan pihaknya akan secepatnya memperbaiki kontainer-kontainer yang rusak. Meskipun rusak, kerangka kontainer yang ada masih bagus dan bisa dimanfaatkan sehingga bisa mengemat anggaran. (*) 

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved