Pedagang Pasar Kijang Mengeluh, Dagangan Sepi Pembeli. Pedagang Pilih Tutup Lapak

Kalangan pedagang di Pasar Kijang mengeluhkan sepinya pembeli. Banyak dagangan tak terjual, sebagian pedagang pilih tutup lapak

Pedagang Pasar Kijang Mengeluh, Dagangan Sepi Pembeli. Pedagang Pilih Tutup Lapak
Tribun Batam/Ahmad Yani
Ilustrasi. Salah seorang ibu rumah tangga sedang membeli cabai di Pasar Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kepri, Kamis (22/5/2014) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Pedagang di pasar Kijang, Barek Motor, Bintan Timur mengeluhkan suasana pasar yang kian sepi.

Hadi, pedagang di lapak sayur mayur mengaku, sudah dua hari, beberapa dagangannya nyaris tak keluar (terjual).

Padahal sayur mayur yang dia tawarkan sudah terbilang murah. Sebagian besar barang di lapak dipasok dari petani lokal di Bintan.

Momen jelang natal dan tahun baru 2017 tampaknya bagi dia tak membawa berpengaruh apa apa.

"Kondisinya begini-begini saja. Malah ada lapak milih tutup dari kemarin, entah kapan dia buka lagi,"ucapnya seraya menunjuk lapak di sudut kanan miliknya. Lapak itu kosong hanya ditutup terpal tanda masih ada yang miliki.

Belum ada kenaikan harga signifikan sayur mayur dan sembako. Cabe merah lokal masih dijual dengan harga Rp 60 ribu sekilo. Dibanding cabe asal Medan, harga cabe lokal milik petani di Bintan kata dia terbilang lebih murah.

"Terpautnya lima ribuan dengan lokal. Hanya saja kalau dari kebun di sini (Bintan), kualitasnya kalah saing dari Medan,"kata dia.

Kualitas dimaksud seperti rasa pedas, warna dan ukurannya. Cabe asal Medan dan jawa kata dia lebih pedas, lebih panjang dan besar besar kalau lokal agak lebih kecil. "Tapi itulah harganya lebih murah,"katanya.

Hadi mengaku tak semua mengandalkan hasil perkebunan lokal. Untuk tomat, dia memilih pasokan dari Medan. Harga menurut dia masih terbilang stabil. Tomat kuning malah turun signifikan, dari Rp 12.000 menjadi Rp 6.000. "Tapi masih tetap sepi juga pembeli, padahal suda turun harga,"katanya.

Senada dengan Hadi, Rahmat pun mengatakan demikian. Menurutnya, pemutusan hubungan kerja (PHK) yang baru baru ini terjadi semisal di Bintan Pesisir turut berimbas pada tingkat daya beli. "Dah banyak pengangguran bang. Orang jadi lemah dalam membeli, ekonomi tak bergerak, begini begini saja,"katanya. (*) 

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved